Bupati Berau Sri Juniarsih Minta Dukungan Kemendagri Perkuat Penanganan Karhutla

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:11 WIB
MINTA DUKUNGAN: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan sarana, prasarana, dan peningkatan kapasitas petugas pemadam kebakaran. PROKOPIM SETKAB BERAU UNTUK BERAU POST
MINTA DUKUNGAN: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan sarana, prasarana, dan peningkatan kapasitas petugas pemadam kebakaran. PROKOPIM SETKAB BERAU UNTUK BERAU POST

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran di kawasan permukiman.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan sarana, prasarana, dan peningkatan kapasitas petugas pemadam kebakaran.

Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi bersama Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, khususnya Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, di Kantor Kemendagri, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: Bupati Berau Minta Pelaku Karhutla Diproses Hukum, Dugaan Keterlibatan Korporasi Jadi Perhatian

Dalam pertemuan itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan.

Rombongan diterima Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Edy Suharmanto.

Sri Juniarsih menyampaikan, karhutla dan kebakaran permukiman menjadi ancaman yang memerlukan penanganan serius serta koordinasi lintas sektor.

Karena itu, kesiapan pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan, baik dari sisi ketersediaan peralatan maupun kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat.

Dalam audiensi tersebut, ia juga menyampaikan kondisi Berau yang belum lama ini mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Dampak kejadian tersebut masih dirasakan sehingga diperlukan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang lebih optimal untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan agar upaya penanggulangan kebakaran di Berau dapat berjalan lebih maksimal.

Terutama untuk memenuhi kebutuhan peralatan operasional, fasilitas penunjang, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petugas di lapangan.

“Kami berharap dukungan dari Kemendagri dapat membantu Kabupaten Berau memenuhi kebutuhan penanganan kebakaran, terutama peralatan, fasilitas pendukung, dan penguatan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam merespons kejadian kebakaran secara cepat dan efektif. Dengan kesiapan yang lebih baik, risiko meluasnya kebakaran serta dampak kerugian yang ditimbulkan dapat ditekan.

Audiensi ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Pemkab Berau untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak dalam mendukung pencegahan dan penanganan kebakaran.

Selain pengadaan sarana dan prasarana, penguatan kapasitas petugas pemadam kebakaran juga menjadi perhatian agar mereka lebih siap menghadapi berbagai kondisi darurat.

Baca Juga: Bupati Berau Perjuangkan Kebutuhan Transportasi Daerah

Pemkab Berau berharap usulan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui dukungan maupun bantuan dari pemerintah pusat. Ketersediaan fasilitas yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana kebakaran.

Sri Juniarsih berharap, hasil audiensi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah, terutama dalam meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat.

“Semoga apa yang diperjuangkan dapat terealisasikan dan membantu masyarakat yang ada di Kabupaten Berau,” katanya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Mundi, mengatakan pergerakan angin menjadi salah satu faktor yang membawa asap dari wilayah lain menuju Berau.

Sejumlah daerah yang disebut menjadi sumber kiriman asap di antaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Paser, Kutai Timur, hingga Kutai Kartanegara.

“Angin bergerak ke utara dan timur laut,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, indikasi tersebut diperkuat dengan kondisi hotspot di Berau yang mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, dalam dua hari terakhir jumlah titik panas tercatat turun dari 32 titik menjadi 15 titik.

Berbeda dengan dua wilayah lain misalnya, Kutai Timur dan Paser mencatat sebaran titik panas lebih dari 400 titik.

Masyhadi menyebut, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di sejumlah wilayah Berau turut membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Bupati Sri Juniarsih Cermati Munculnya Kabut Asap meski Karhutla di Berau Terkendali

Meski masih terdapat potensi karhutla lokal, kontribusinya terhadap kondisi kabut asap dinilai tidak terlalu signifikan.

“Dengan adanya hujan intensitas tinggi, kemungkinan dari wilayah kita ada, tetapi tidak terlalu signifikan,” jelasnya.

Di sisi lain, sebaran hotspot di wilayah selatan Berau masih terpantau cukup tinggi. Kondisi tersebut, ditambah arah angin yang bergerak menuju utara dan timur laut, dinilai cukup memengaruhi kualitas udara di wilayah Berau. (sen)

Editor : Faroq Zamzami
karhutla berau Sri Juniarsih Mas