Berau Expo Jadi Ajang Promosi dan Capaian Pembangunan Daerah

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:21 WIB
PROMOSI DAERAH: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memotong pita tanda dimulainya Berau Expo 2026 di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Jumat, 16 Oktober 2026. KPG
PROMOSI DAERAH: Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memotong pita tanda dimulainya Berau Expo 2026 di lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Jumat, 16 Oktober 2026. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Berau Expo 2026 dibuka di lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Jumat (16/10/2026).

Event yang berlangsung hingga 25 Oktober ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-216 Kota Tanjung Redeb.

Mengusung tema “Ekonomi Maju Budaya Lestari Berau Sejahtera”, Berau Expo tahun ini diselenggarakan melalui DPA Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan dasar pelaksanaan APBD 2026.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan pelaksanaan Berau Expo tahun ini menjadi kebahagiaan bagi masyarakat setelah sempat tertunda tahun lalu, menyusul arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai pembatasan kegiatan seremonial dan pengumpulan massa dalam jumlah besar.

Baca Juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Minta Dukungan Kemendagri Perkuat Penanganan Karhutla

“Alhamdulillah, kali ini Pemkab Berau dapat melaksanakan Berau Expo yang akan berlangsung selama 10 hari ke depan,” katanya.

Sri Juniarsih mengajak masyarakat untuk datang, berbelanja, dan meramaikan Berau Expo.

Ia juga mendorong warga memanfaatkan kesempatan itu untuk mendukung produk lokal serta mengakses layanan publik yang disediakan pemerintah daerah.

“Mari bersama berbelanja produk UMKM Berau dan kita manfaatkan layanan masyarakat di stan OPD yang ada di dalam GOR,” ujarnya.

Dikatakan, Berau Expo tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana penyampaian informasi mengenai agenda pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin menyampaikan capaian program unggulan serta program kerja yang telah dilaksanakan maupun yang masih dalam proses pembangunan.

Ia menyebut, informasi pembangunan yang disampaikan mencakup delapan program unggulan dan 18 program kerja pemerintah daerah.

Melalui stan OPD, masyarakat diharapkan dapat mengetahui berbagai kegiatan dan layanan yang diselenggarakan pemerintah.

Sri Juniarsih juga berharap Berau Expo menjadi ruang perputaran ekonomi masyarakat sekaligus sarana pelestarian adat dan budaya.

“Keterlibatan pelaku usaha lokal dan komunitas seni dinilai menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut,” terangnya.

Baca Juga: Bupati Berau Minta Pelaku Karhutla Diproses Hukum, Dugaan Keterlibatan Korporasi Jadi Perhatian

Di sisi lain, ia mengakui kondisi yang dihadapi masyarakat Berau belakangan ini tidak sepenuhnya mudah, termasuk kualitas udara yang disebutnya tidak sesegar biasanya.

Ia berharap, penyelenggaraan Berau Expo dapat memberikan suasana baru dan energi positif bagi masyarakat.

Terlebih, kegiatan tersebut dinantikan warga sebagai salah satu agenda dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen memajukan Berau dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, termasuk melalui pengembangan sektor pariwisata.

“Saya juga meminta seluruh kepala OPD menjalankan tugas dengan baik dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, serta mengharapkan dukungan warga dalam pelaksanaan pembangunan,” katanya.

Asisten III Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Maulidiyah, menambahkan Berau Expo 2026 menjadi wadah penyampaian informasi mengenai hasil pembangunan yang telah dilaksanakan, sekaligus menyampaikan rencana pembangunan ke depan.

Selain itu, untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Berau, memperkuat ekonomi kreatif melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta melestarikan seni dan budaya daerah melalui panggung hiburan rakyat.

“Tahun ini, sebanyak 106 peserta terlibat dalam Berau Expo,” sebutnya.

Adapun peserta terdiri atas 33 organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN dan BUMD, 13 kecamatan, serta 60 peserta dari kategori umum yang mencakup paguyuban, UMKM, organisasi, dunia usaha, dan komunitas lainnya.

“Seluruh stan peserta akan dinilai berdasarkan sejumlah kriteria, meliputi pelayanan dan interaksi dengan pengunjung, kreativitas dan inovasi, tampilan stan, kebersihan dan kerapian, serta keaktifan selama pelaksanaan expo,” jelasnya.

Di luar peserta utama, area expo juga diramaikan stan mandiri yang dikelola event organizer (EO) dengan berbagai kegiatan pendukung.

Sebanyak 170 pedagang turut berpartisipasi, terdiri atas 70 tenda besar dan 100 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di halaman GOR Pemuda.

Untuk kegiatan hiburan, panitia menyiapkan dua panggung, yakni di Lapangan Pemuda dan di dalam GOR. Panggung luar akan diisi pertunjukan kesenian selama 10 malam, termasuk penampilan artis ibu kota yang dijadwalkan pada 16, 21, dan 25 Oktober.

“Agenda hiburan lainnya meliputi tari kreasi daerah, penampilan artis lokal, tarian Nusantara, kesenian lokal, peragaan busana, kegiatan memancing, pertunjukan band, musik tradisional, hingga sulap,” ungkapnya.

Sementara itu, panggung di dalam GOR akan diisi berbagai kreativitas dari masing-masing OPD.

Di sisi lain, panitia telah menyiapkan posko kesehatan, personel pemadam kebakaran (damkar), musala, serta toilet. Area parkir juga disediakan tanpa biaya dengan pengawasan instansi terkait. Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan melalui sistem buka-tutup jalan.

“Sedangkan di dalam GOR, dua pintu darurat disiapkan sebagai bagian dari upaya antisipasi keadaan darurat,” ucapnya.

Baca Juga: Lobi Langsung Kementerian PU, Gubernur Kaltim Desak Perbaikan Jalur Utama Kubar Hingga Berau

Panitia juga menambah dukungan jaringan internet sebesar 100 mbps dari Telkomsel guna menunjang kebutuhan komunikasi selama kegiatan berlangsung.

Maulidiyah menambahkan, berdasarkan evaluasi, pelaksanaan expo kali ini akan melakukan survei berbasis barcode yang dapat diakses pengunjung.

Evaluasi tersebut mencakup tingkat kepuasan pengunjung, jumlah kunjungan, serta dampak ekonomi dari Berau Expo.

“Data yang dihimpun diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perputaran ekonomi selama expo berlangsung,” harapnya.

Hasil evaluasi itu juga menjadi bahan untuk menilai pelaksanaan kegiatan dan melihat manfaatnya bagi masyarakat serta pelaku usaha yang terlibat. (adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
berau Sri Juniarsih Mas