Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Istana Bantah BUMN Bangkrut

amir-Amir KP • Rabu, 16 Januari 2019 - 14:54 WIB
MILIK NEGARA: Garuda Indonesia dinilai secara umum performa tahun ini menunjukkan perbaikan.
MILIK NEGARA: Garuda Indonesia dinilai secara umum performa tahun ini menunjukkan perbaikan.

JAKARTA   –  Pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengalami kebangkrutan mendapat respon dari pihak istana. Istana menegaskan pernyataan tersebut tidak berdasar. Staf Khusus Presiden bidang Perekonomian Erani Yustika mengatakan, secara keseluruhan kinerja BUMN sepanjang 2018 sudah membaik. Dalam hal asset misalnya, angkanya melonjak dari Rp 4.577 triliun menjadi Rp 7.817 triliun pada 2018.

Sementara laba yang diterimanya, meningkat  dari Rp. 148 triliun menjadi Rp. 218 triliun pada 2018. “Pajak dan deviden BUMN juga naik dari Rp. 218 triliun menjadi Rp. 260 triliun pada 2018,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, kemarin (15/1).

Terkait tiga BUMN yang disebut hendak bangkrut, yakni Garuda, PLN dan Pertamina, Erani membantahnya. Untuk Garuda, kata dia, secara umum performa tahun ini menunjukkan perbaikan. Laporan Keuangan yang dirilis sepanjang Januari-September 2018 menunjukkan pendapatan usaha naik 3,5 persen (yoy) menjadi US$3,21 miliar.

Adapun tekanan terhadap keuangan Garuda Indonesia lebih disebabkan karena selisih nilai tukar mencapai US$ 52,32 juta, yang naik dari US$16,03 juta pada periode Januari-September 2017. “Garuda Indonesia memroyeksi laba perusahaan di luar pajak mencapai Rp1 triliun,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, Garuda Indonesia Group juga mengelola Sriwijaya Air melalui kerjasama operasional (KSO) bersama Sriwijaya Air Group. Erani menilai, hal itu menunjukkan Garuda Indonesia tetap terpercaya.

Sementara untuk PLN, data sepanjang Januari-Juni 2018 menunjukkan pendapatan usaha naik 7,43 persen (yoy). Pada periode yang sama, laba sebelum pajak PLN juga sudah mencapai Rp. 1,83 triliun. “Angka tersebut sudah mengkalkulasi kerugian nilai tukar sekitar Rp. 11,57 triliun,” kata dia. 

Adapun untuk pertamina, Erani meminta untuk memperhatikan faktor lain, yakni bagaimana peranan BUMN yang semakin meningkat. Di mana Pertamina sudah mewujudkan keadilan ekonomi dengan BBM satu harga di seluruh Indonesia. Selain itu, pada 2018, perusahaan energi plat merah itu sukses mengambil alih kelola Blok Mahakam dan Blok Rokan.

“Pemerintah justru sangat fokus dalam mengelola BUMN sehingga peranannya pun semakin meningkat bagi perekonomian,” pungkasnya. (far/jpg/cal)

Editor : amir-Amir KP