Dari 2–4 ayam, sekarang berhasil menjual 450 porsi ayam geprek setiap harinya. Penjualan daring membuat usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa lebih maju. Hal itu yang menginspirasi Titik Nursolekha.
ULIL MUAWANAH, Balikpapan
yin.khazan@gmail.com
KEKINIAN, di tengah popularitas pemesanan melalui layanan pesan antar makanan GoFood, semakin banyak pelaku usaha yang menangkap kesempatan untuk menawarkan produk kulinernya secara daring. Peluang itu pun dilihat oleh Titik Nursolekha, mitra usaha GoFood yang sukses mengembangkan usaha ayam gepreknya di Balikpapan.
Setelah sempat bangkrut pada 2011, Titik mendapatkan ide untuk membangun restoran ayam geprek, setelah melihat animo masyarakat yang tinggi dalam mengonsumsi olahan ayam berbalut sambal yang digeprek menggunakan ulekan di atas cobek itu.
“Awalnya hanya untuk kalangan keluarga dan anak-anak saja. Alhamdulillah respons mereka suka dan membujuk saya untuk mencoba menjualnya via GoFood. Sempat kaget, banyak driver yang datang, namun saat itu kami belum siap. Dulu kami hanya bisa menjual dua sampai empat ayam dalam sehari,” kenang Titik.
Keputusan bergabung dengan GoFood tahun 2017, merupakan batu loncatan bagi usaha yang diberi nama Ayam Geprek 77, yang membuat penjualannya meningkat. Kini dia bisa menjual 450 porsi dalam seharinya.
“Kuncinya di konsisten. Sejak awal bergabung dengan GoFood, saya berkomitmen untuk selalu membuka operasional pada jam yang sama setiap hari. Agar tidak mengecewakan pelanggan setia dan mitra driver yang susah payah mengambil orderan. Juga aktif meng-update variasi menu, supaya pelanggan tidak bosan dengan menu yang itu-itu saja. Dan tentunya memerhatikan kualitas bahan dan olahan ayam geprek kami,” bebernya.
Titik melanjutkan, salah satu penopang usahanya bisa konsisten dan berkembang sampai saat ini, adalah mengikuti program promo yang direkomendasikan oleh GoFood. Fitur itu membantu UMKM untuk meraih pelanggan baru.
“Selain itu, kami aktif mengikuti ads (iklan) yang direkomendasikan oleh GoFood. Selain membantu penjualan juga meningkatkan brand awareness Ayam Geprek 77. Sehingga produk kami banyak dikenal masyarakat Balikpapan. Kalau dihitung sih budget ads itu hanya 10 persen. Namun dampaknya luar biasa, kami sangat terbantu,” ungkap Titik.
Dia menuturkan, omzetnya bertumbuh sejak go-digital bersama GoFood, terutama pada masa sulit seperti sekarang. Bahkan pertumbuhan omzet yang didapatkan bisa mencapai 400 persen.
“Alhamdulillah justru selama pandemi kemarin dengan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan pembatasan jam operasional restoran, omzet penjualan Ayam Geprek 77 meningkat 100 persen sampai 400 persen,” tuturnya.
Dia menambahkan, itu merupakan berkah tersendiri sebagai mitra GoFood. Bahkan, Titik telah membuka dua cabang karena membeludaknya pesanan. “Ini kami berencana untuk membuka cabang ketiga yang akan buka pada bulan depan,” jelasnya. (rom/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria