Tak lama lagi, Decafe Resto akan segera dibuka di Kota Tepian. Unit usaha dari Blue Sky Group ini pun bersiap menjadi pusat oleh-oleh.
ULIL MUAWANAH, Balikpapan
Yin.khazan@gmail.com
RISOLES, atau biasa disebut risol merupakan pastry berisi daging dan sayuran yang dibungkus dadar, bagian luarnya dilapisi tepung panir. Ketika digigit, bumbu berbalut aneka isian itu begitu menyatu. Penuh dan padat. Apalagi disantap kala masih hangat. Rasanya ajib banget.
Ini adalah salah satu dari sekian banyak referensi jajanan andalan khas Decafe. Biasanya, pembeli memilih langsung memakan di tempat. Tetapi kini, konsumen terlebih bagi tamu dari luar kota juga bisa membelinya sebagai oleh-oleh dalam bentuk frozen.
Agar sesampai di rumah, risol masih dapat disimpan di freezer. Dan saat hendak dimakan/disajikan bagi keluarga tinggal digoreng. Risol Decafe diminati anak-anak sampai orang dewasa. Bentuk ukuran risol ini juga terbilang jumbo, dibandingkan risol pada umumnya.
"Melihat tingginya minat dari konsumen, kita hadirkan risol frozen agar mempermudah mereka yang ingin menikmati di rumah maupun untuk oleh-oleh bagi sanak keluarga di daerah," ucap Manager Decafe, Pastry and Bakery Balikpapan Suroso, Selasa (16/5).
Satu pax risol frozen dijual Rp 50 ribu. Isi 4 pcs. Agar menjaga suhu makanan tetap dingin selama perjalanan panjang yang mencapai 8-10 jam, disediakan tas khusus, atau thermal pack seharga Rp 28 ribu. Sehingga, cocok pula bagi mereka yang bepergian ke luar negeri.
Bukan cuma melayani makan di tempat, ke depan, Decafe memang mencanangkan sebagai pusat oleh-oleh. Destinasi kuliner yang berlokasi di kawasan Ruko Bandar, Klandasan ini terus melakukan inovasi, demi memenuhi kebutuhan pasar.
Dari segi penjualan, dikatakan terjadi pertumbuhan okupansi. Ditambah dipilihnya Bumi Etam menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sejak IKN digaungkan, kenaikan okupansi disebut mencapai 60 persen.
Bahkan, Lebaran tahun ini merupakan momen bersejarah. Permintaan hampers lebih dari 1.000 pax. Walau tidak disebutkan secara angka revenue namun terjadi peningkatan luar biasa, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kendati akhir pekan orang-orang dari luar daerah ramai berdatangan, secara penjualan pada hari biasa/weekdays masih mendominasi. Bahkan menurutnya, terkadang weekend lebih landai daripada weekdays. Kecuali bila terdapat berbagai event besar yang serentak digelar, itu berpotensi menambah tingkat kunjungan di akhir pekan.
Bukan cuma risol, oleh-oleh yang tak boleh ketinggalan ialah mantau. Pamor akan kelezatan mantau Blue Sky sendiri sudah tak perlu diragukan lagi. Tersedia di seluruh outlet baik resto/kafe maupun lounge Blue Sky di berbagai bandara. Menu ini kerap diborong. Cita rasa dan kualitasnya pun selalu dijaga.
"Kita terus upgrade dan berinovasi, supaya konsumen bisa mendapatkan pengalaman yang memuaskan. Juga tidak terlupakan. Bukan cuma buat datang dan makan saja, tetapi konsumen juga bisa berbelanja dan memilih aneka oleh-oleh khas Balikpapan dari Blue Sky Group," kata Arfidiyani N, sales and marketing Decafe Resto Balikpapan.
TIGA LANTAI
Decafe Resto Samarinda dijadwalkan grand launching pada Agustus mendatang. Bangunan terdiri dari tiga lantai. Kapasitas tampung tamunya hingga 300 orang. Lokasinya, tidak jauh dari Hotel Mercure Samarinda.
Konsep yang diusung kurang lebih seperti di Balikpapan. Tetapi yang membedakan, tersedia ruang rapat multifungsi untuk dipergunakan tamu dalam pelbagai acara. Beragam menu ala Decafe Resto Balikpapan dihadirkan pula di sana.
Mulai dari appetizer, yakni hidangan pembuka, main course untuk hidangan utama, sampai dengan aneka dessert, yaitu hidangan penutup nan lezat dapat dipesan. "Menu-menu yang ada di Balikpapan kita perkenalkan juga di Decafe Resto Samarinda. Supaya masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik kemari, dan bisa menyantap langsung. Mau itu makanan berat sampai pastry tersedia," ujar Suroso. (ndu/k15)
Ulil
Yin.khazan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria