Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menilik Potensi Komoditas Kerang Dara di Penajam, Bisa Topang Ekonomi Nelayan, Panen Perdana 1,5 Ton

izak-Indra Zakaria • 2023-08-10 14:18:21
Photo
Photo

Kerang dara (Anadara granosa) merupakan salah satu kerang yang populer di Asia Timur, termasuk Indonesia. Rasanya super-lezat dan bergizi tinggi. Memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, komoditas ini potensial untuk dikembangbiakkan nelayan.

 

PEMBUDIDAYAAN kerang dara tidak terlalu sulit, cukup di perairan pantai, kolam atau tambak pasir berlumpur dan hutan mangrove. Memerlukan waktu 6-9 bulan sudah bisa dipanen. Karena kemudahannya dalam pengembangbiakan, Pemerintah Desa Babulu Laut di Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) menggerakkan masyarakat mereka untuk membudidayakan kerang jenis ini.

Bahkan, telah dilaksanakan panen perdana kerang dara dan dalam panen pertama itu dihasilkan kerang dara sebanyak 1,5 ton, pekan lalu. “Alhamdulillah, selain dikonsumsi sendiri, kerang dara juga dijual di masyarakat,” kata Ismail Subli, kepada Desa Babulu Laut, Babulu, PPU, Minggu (6/8).

Cara memanen menggunakan alat keruk berukuran besar. Kerang yang masuk pada alat tersebut kemudian dicuci menggunakan air yang tersedia, lalu dikumpulkan dalam satu wadah. Dia mengusahakan agar panen kerang dara dapat dilakukan rerata 3-4 ton per hari dengan wilayah pembudidayaan yang jauh lebih luas dari yang ada sekarang.

“Kami mencoba mengupayakan, seperti pembudidayaan kerang di Lampung, di Tulang Bawang. Di sana, rerata penghasilannya 3-4 ton kerang dara per hari,” kata Ismail Subli.

Penduduk di Tulang Bawang, Lampung, kata dia, bisa memanen 3-4 ton sehari. Sehingga, dalam sebulan bisa mencapai ratusan ton. Harganya puluhan ribu rupiah per kilogram, bergantung ukurannya, tapi kalau yang super harga bisa beberapa ratusan ribu rupiah per kilogramnya. “Ini yang saat ini sedang kami usahakan untuk dijadikan contoh keberhasilan pembudi daya kerang di Babulu Laut,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, komoditas kerang dara melengkapi produksi nelayan di desa itu, seperti berbagai jenis ikan dan kepiting (rajungan). Untuk ikan dan kepiting, pembeli datang sendiri. “Utamanya, kepiting yang dihasilkan nelayan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dan masih cukup memenuhi kebutuhan lokal saja,” ujarnya. Paling jauh, memenuhi kebutuhan pasar di Balikpapan dan Samarinda.

Dia berharap, masuknya investasi dari swasta yang bersedia membiayai atau sekaligus menjadi bapak angkat bagi nelayan, untuk pengembangan budi daya kerang dara ini. Selain cara pembudidayaannya tidak memerlukan teknologi yang sulit, dan tidak memerlukan pakan khusus, namun hasilnya dalam jumlah tonase yang memuaskan.

“Kerang dara juga tidak perlu diberi makan pun bisa hidup dan bisa dilakukan pemanenan pada setiap saat,” katanya. Tak hanya dagingnya untuk dikonsumsi manusia, cangkang kerangnya juga bisa untuk bahan kerajinan dan dapat menghasilkan cuan dalam jumlah besar. “Untuk yang satu ini, tentu diperlukan adanya pelatihan tersendiri, pelatihan kerajinan tangan dari pihak terkait,” tambahnya.

Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto menyambut positif gagasan Pemerintah Desa Babulu Laut yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakatnya itu. Lalu, mengenai pemasaran produk kerang dara, ikan dan kepiting, pihaknya berusaha melakukan terobosan pasar.

“Syukur-syukur kami bisa menemukan permintaan pasar dalam jumlah tertentu dan dapat diikat dengan kesepakatan kerja sama saling menguntungkan, untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Andi Trasodiharto. (ndu/k15)

ARI ARIEF

ari.arief@kaltimpost.co.id

Editor : izak-Indra Zakaria