SAMARINDA–Penyaluran kredit UMKM Kaltim tumbuh positif. Hingga triwulan III 2023, kontribusi penyaluran kredit kepada UMKM mencapai 17,45 persen terhadap total kredit Kaltim. Lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 16,86 persen.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Made Yoga Sudharma mengatakan, peningkatan ini sejalan dengan penyaluran kredit UMKM Kaltim yang menunjukkan pertumbuhan positif, yakni sebesar 8,45 persen (yoy). Jika dilihat dari jenis penggunaannya, peningkatan kredit UMKM Kaltim tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit investasi yang tumbuh sebesar 56,42 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, di tengah kredit modal kerja yang mengalami kontraksi sebesar 11,59 persen (yoy).
“Pertumbuhan kredit UMKM yang masih berhasil mencatat pertumbuhan positif, merupakan bentuk kerja keras teman-teman perbankan Kaltim dalam menyalurkan kredit,” katanya, Jumat (5/1).
Dia mengatakan, kinerja positif penyaluran kredit UMKM di Kaltim juga tecermin melalui risiko kredit UMKM yang semakin membaik. Pada triwulan III 2023, non performing loan (NPL) UMKM Kaltim tercatat sebesar 1,32 persen. Lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya dan lebih rendah dibandingkan NPL Kaltim secara umum. Jika dilihat berdasarkan jenis penggunaannya, NPL kredit investasi UMKM tercatat lebih rendah dibandingkan dengan NPL kredit modal kerja UMKM.
Secara spasial, peningkatan kinerja kredit UMKM Kaltim bersumber dari perbaikan penyaluran kredit yang terjadi di seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Penyaluran kredit Kaltim secara spasial, juga mengalami peningkatan di seluruh kabupaten/kota, terutama Bontang dan Balikpapan serta Berau dan Paser yang mengalami pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.
“Berdasarkan porsinya, penyaluran kredit UMKM masih terkonsentrasi di Balikpapan dan Samarinda,” ungkapnya.
Balikpapan dan Samarinda memiliki porsi penyaluran kredit UMKM tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Kaltim, dengan total share sebesar 48,60 persen terhadap penyaluran kredit UMKM di Bumi Etam. Besarnya share penyaluran kredit di Balikpapan dan Samarinda tidak terlepas dari fakta bahwa kedua kota tersebut merupakan pusat kegiatan ekonomi di Kaltim yang memiliki jumlah UMKM yang lebih banyak. Adapun Mahakam Ulu menempati posisi terendah dalam porsi kredit Kaltim yakni sebesar 0,85 persen.
“Keberadaan UMKM sangat penting bagi geliat ekonomi. Saat ini berbagai upaya dilakukan untuk mendorong kinerja UMKM, salah satunya dipermudahnya akses pembiayaan. Tentunya UMKM tidak bisa maju tanpa pembiayaan dari lembaga jasa keuangan,” pungkasnya. (dwi/k8)
Catur Maiyulinda
@caturmaiyulinda
Editor : izak-Indra Zakaria