BALIKPAPAN – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memasuki tahap krusial dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Perusahaan menerapkan pola kerja On Duty Management (ODM), yaitu keterlibatan langsung jajaran manajemen dari Direksi hingga Assistant Manager non teknis di lapangan untuk mengawal proses uji coba peralatan (commissioning) dan awal pengoperasian kilang (start-up).
Direktur Utama PT KPB, Bambang Harimurti, menekankan pentingnya kepemimpinan lapangan dalam fase ini.
“Memasuki fase commissioning dan start up bukan hal biasa. Semua proses harus disiplin, penuh kewaspadaan, dan aman. ODM memastikan manajemen ada di garis terdepan untuk menjaga keselamatan serta kelancaran operasi,” tegasnya, Senin 15 September 2025.
ODM dijalankan setiap hari melalui 10 tim bergilir, masing-masing beranggotakan 11 orang yang dipimpin seorang Vice President bersama para Manager. Skema ini memungkinkan manajemen terlibat langsung sekaligus memastikan kesiapan operasional berjalan optimal.
VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menambahkan ODM juga menjadi ruang komunikasi langsung antara pekerja dan manajemen.
“Di lapangan, kami bisa mendengar kendala dan masukan pekerja secara langsung. Antisipasi bisa lebih cepat, dan pekerja semakin yakin keselamatan selalu jadi prioritas,” jelasnya.
Dalam tahap awal ini, PT KPB segera mengoperasikan unit baru, Saturated Liquefied Petroleum Gas Treater (SLPGT), yang berfungsi menghilangkan zat pengotor seperti sulfur dari LPG. Unit ini menghasilkan LPG lebih aman, bebas bau, dan sesuai standar.
Selain itu, unit Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC) menjadi prioritas utama karena mampu mengolah 90 ribu barel residu per hari menjadi produk bernilai tinggi seperti gasoline, LPG, dan propylene, bahan baku plastik.
Unit pendukung lainnya juga sudah siap, mulai dari pembangkit listrik (Gas Turbine Generator), Boiler, sistem pendingin (Cooling Water System), jalur pipa minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe, hingga flare system untuk keamanan operasional.
Dengan berbagai persiapan ini, PT KPB optimistis Kilang Balikpapan akan menghasilkan BBM dan bahan baku petrokimia berkualitas tinggi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Keselamatan dan keandalan operasi adalah prioritas utama. ODM menjadi bukti bahwa manajemen berada di garis depan bersama pekerja, memastikan proyek ini selesai sesuai jadwal dengan aman,” tutup Bambang. (*)
Editor : Indra Zakaria