Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Pemdes Sumber Sari Mulai Jajaki Sektor Pariwisata Sebagai Sumber PADes

Elmo Satria Nugraha • 2025-09-20 17:14:34
Wisata Puncak Bukit Biru, Desa Sumber Sari (Istimewa)
Wisata Puncak Bukit Biru, Desa Sumber Sari (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Setelah hampir sepuluh tahun mengandalkan sektor pertanian, Desa Sumber Sari di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) coba menjajaki sumber pendapatan baru di sektor pariwisata.

Salah satu upaya mereka adalah membangun kawasan glamping di puncak Bukit Biru, langkah yang diharapkan jadi mesin penggerak ekonomi baru. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menyebut selama ini BUMDes relatif pasif karena pola distribusi beras lebih dikuasai petani dan penggilingan warga.

“Petani di desa kami terbiasa menjual sendiri. Jika BUMDes masuk ke rantai itu, harga jual bisa jadi kurang kompetitif,” ungkapnya, Jumat (19/9).

Meski demikian, peluang keuntungan tetap ada saat ada permintaan massal. Dalam satu kesempatan, desa tetangga memesan dua ton beras dengan harga sedikit di atas rata-rata pasar.

“Ketika ada pesanan besar, pelanggan bersedia bayar sedikit lebih tinggi. Itulah momen bagi BUMDes untuk mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Sejak awal tahun 2025, Sumber Sari fokus di sektor wisata. Melalui dana desa, pembangunan kawasan glamping mulai dikerjakan. Fasilitas pendukung seperti gazebo, jalan setapak, dan area swafoto sedang dipersiapkan.

“Lantai glamping ini akan kami sewakan, terutama saat akhir pekan. Hasil sewa nantinya dibagi antara Pokdarwis dan BUMDes,” kata Sutarno.

Dengan suasana sejuk pegunungan dan pemandangan lembah Sungai Mahakam, Sutarno yakin Sumber Sari akan jadi magnet wisata baru. Ke depan, desa juga menyiapkan jalur tracking ringan, area piknik, serta melatih warga sebagai pemandu wisata dan produsen oleh-oleh khas desa.

Selain mengoptimalkan wisata puncak, Sutarno juga mengatakan pemerintah desa berencana melanjutkan pengembangan wisata embung. Wisata embung ini masih dalam tahap merintis, dan akan dikembangkan lebih lanjut sehingga menyumbang ke Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Ini baru rintisan tahun ini. Kami optimis tahun depan sudah bisa melihat kontribusi nyata PADes dari sektor wisata,” pungkasnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria