Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

BRI Terus Perluas Akses Permodalan, hingga Agustus 2025 Kucur Rp 114,28 Triliun untuk 2,5 Juta Debitur  

Redaksi • 2025-09-24 08:51:45
SHARING: Pemimpin Cabang BRI Balikpapan Sudirman, Sudadi (tujuh kiri); Direktur Kaltim Post Erwin Dede Nugroho (enam kiri);  bersama jajaran di Gedung Biru Balikpapan, Selasa, 23 September 2025.
SHARING: Pemimpin Cabang BRI Balikpapan Sudirman, Sudadi (tujuh kiri); Direktur Kaltim Post Erwin Dede Nugroho (enam kiri); bersama jajaran di Gedung Biru Balikpapan, Selasa, 23 September 2025.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program ini dinilai menjadi instrumen strategis yang mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat, termasuk di Balikpapan yang dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan.

Pemimpin Cabang BRI Balikpapan Sudirman, Sudadi, menjelaskan KUR telah menjadi tulang punggung pembiayaan produktif yang secara nyata mendukung penguatan ekonomi lokal.

Penyaluran yang tepat sasaran akan mendorong produktivitas, mendukung keberlanjutan usaha, serta membuka peluang kerja yang lebih luas.

"BRI menyalurkan KUR untuk dua segmen utama. Pertama, KUR mikro dengan plafon hingga Rp 100 juta yang dilayani melalui BRI unit. Kedua, KUR kecil dengan plafon Rp 100 juta hingga Rp 500 juta yang dilayani melalui kantor cabang maupun cabang pembantu, termasuk di Balikpapan," beber Sudadi dalam kunjungannya ke Gedung Biru Kaltim Post, Selasa (23/9/2025).

Model ini dinilai efektif karena disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas usaha debitur. Data menunjukkan mayoritas penerima KUR berasal dari sektor perdagangan.

“Mencakup usaha listrik, sembako dan pakaian. Setelah itu, sektor kuliner atau food and beverage menjadi, diikuti perkebunan, khususnya di unit-unit yang berada di kawasan seperti Sepaku,” terang pria yang baru bertugas dua pekan lalu di Kota Beriman tersebut.

Di Balikpapan, pinjaman KUR di bawah Rp 500 juta didominasi oleh perdagangan. Sementara itu, pembiayaan di atas Rp 1 miliar lebih banyak mengalir ke kontraktor yang bergerak di sektor pertambangan dan minyak, yang memang menjadi ciri khas perekonomian kota ini.

Hingga saat ini, total akumulasi penyaluran pinjaman BRI Balikpapan Sudirman sejak awal berdiri mencapai Rp 2,9 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan modal bagi pelaku usaha di daerah tersebut sekaligus peran penting BRI dalam menopang pergerakan ekonomi.

Sudadi menegaskan, keterlibatan BRI bukan hanya sebatas menyalurkan kredit, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan ekosistem usaha.

“Kami memahami bahwa UMKM membutuhkan bukan hanya akses modal, tetapi juga sistem transaksi yang modern dan efisien agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” katanya.

Secara nasional BRI semakin gencar menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) pada paruh kedua tahun ini.

Terbukti, jumlah penyaluran KUR BRI terus meningkat, hingga sisa plafon KUR mencapai 35 persen atau sekitar Rp 60 triliun.

BRI adalah bank pemerintah penyalur KUR terbesar. Penyaluran KUR BRI sepanjang Januari - Agustus 2025 sebesar Rp 114,28 triliun kepada 2,5 juta debitur UMKM.

Penyaluran KUR BRI ini setara dengan 65,31 persen dari total alokasi KUR BRI 2025, yaitu sebesar Rp 175 triliun. Dengan demikian, ada sisa plafon KUR sebesar Rp 60 triliun yang harus disalurkan pada September-Desember 2025.

Portofolio penyaluran KUR BRI juga menunjukkan peningkatan jangkauan secara nasional. Per Agustus 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI.

Angka ini meningkat dibandingkan jangkauan pada 2022 dan 2023 yang mencapai 14 rumah tangga dan 15 rumah tangga.

Apabila diakumulasi, penyaluran KUR oleh BRI sejak 2015 hingga Agustus 2025 telah mencapai Rp1.371 triliun kepada 45,2 juta penerima.

Dengan keberlanjutan program KUR, Sudadi berharap UMKM dapat semakin berdaya, tumbuh menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, dan sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.

“Kami konsisten mendorong UMKM agar mampu menjadi penggerak utama perekonomian, baik di Balikpapan, Sepaku, Samboja maupun secara nasional,” tutur pria yang sempat memimpin BRI Sidrap tersebut. (ndu)

Ulil Muawanah

Editor : Faroq Zamzami
#bri #umkm #kredit usaha rakyat #kur