Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Dari Kegagalan Menuju Kesuksesan: UMKM Tekstil Ramah Lingkungan Asal Bekasi Tumbuh Bersama BRI

Rahman Hakim • 2025-11-07 12:04:41
Photo
Photo

PROKAL.CO, Semangat pantang menyerah menjadi kunci kesuksesan banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya dialami oleh Aminah Tri Astuti, pendiri Qaniacraft Ecoprint, usaha tekstil ramah lingkungan asal Kranggan Permai, Bekasi.

Lewat pendampingan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program BRIncubator, Aminah berhasil mengubah kegagalan awal menjadi bisnis berkelanjutan yang mengusung konsep sustainable fashion.

Qaniacraft dikenal dengan produk busana bernuansa alami seperti pashmina, outer, vest, hingga pakaian kasual yang dibuat menggunakan motif dedaunan dan pewarna nabati. Setiap kain dikerjakan secara manual dengan teknik tradisional ecoprint, menjadikannya produk unik dan ramah lingkungan.

Menariknya, ide usaha ini bermula dari pengalaman sederhana. Aminah mengenal teknik ecoprint secara tidak sengaja saat membantu anaknya mengerjakan tugas sekolah.

“Saat mencari referensi tentang shibori di internet, saya justru menemukan ecoprint. Coba sendiri di rumah, tapi gagal karena salah alat. Dari situ saya justru makin penasaran,” kenangnya sambil tersenyum.

Dari Hobi Saat Pandemi Jadi Usaha Serius

Kegagalan pertama tak membuat Aminah berhenti mencoba. Selama masa pandemi, ia memanfaatkan waktu di rumah untuk memperdalam teknik ecoprint lewat kelas daring dan komunitas pengrajin lokal. Ketekunan itu membuahkan hasil Qaniacraft kini dikenal sebagai salah satu pelopor produk tekstil ramah lingkungan di Bekasi.

Dalam proses produksinya, Aminah menggunakan dua teknik utama, yakni pounding (dipukul) dan steam (dikukus).

Proses pembuatan kain ecoprint memakan waktu hingga dua hingga tiga minggu, dimulai dari pembersihan kain (scouring), proses mordan untuk penyerapan warna alami, hingga pencetakan motif menggunakan daun dan bunga pilihan.

“Setelah pandemi usai, saya ikut pelatihan tatap muka tentang desain dan bisnis. Dari situ saya makin paham cara mengelola usaha,” ujar Aminah.

Berbekal pengalaman di dunia butik sebelumnya, ia mulai memperluas jangkauan Qaniacraft melalui pameran dan peragaan busana. Selain mengembangkan usahanya sendiri, Aminah juga mendirikan Bekasi Ecoprint Club, komunitas berisi 13 pengrajin lokal yang saling berbagi pengetahuan, teknik, dan peluang bisnis.

BRI Dorong UMKM Naik Kelas Melalui BRIncubator

Langkah Aminah semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta pada pertengahan 2025. Di sana, ia mengikuti program pelatihan intensif BRIncubator, yang fokus pada pengembangan strategi pemasaran digital, inovasi produk, dan literasi keuangan.

“Saya belajar banyak hal baru, mulai dari menentukan target pasar, membuat strategi promosi, sampai mengelola penjualan online. Semua materinya praktis dan bisa langsung diterapkan,” jelas Aminah.

Dampak pelatihan terasa signifikan. Penjualan Qaniacraft meningkat, jangkauan pasarnya meluas ke berbagai daerah, dan branding produknya semakin kuat.

“Program pembinaan dari BRI benar-benar membuka wawasan. Banyak ilmu yang sebelumnya tidak terpikirkan. Harapan saya, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar makin banyak UMKM yang bisa berkembang,” tambahnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung UMKM agar naik kelas dan berdaya saing. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas, literasi digital, dan kesiapan ekspor bagi pelaku usaha binaan Rumah BUMN BRI.

“Melalui BRIncubator, kami tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan. Tujuannya agar UMKM dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Dhanny.

54 Rumah BUMN BRI Jadi Sentra Pemberdayaan Nasional

Hingga saat ini, BRI mengelola 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sejak berdiri, jaringan tersebut telah menggelar lebih dari 17.000 pelatihan yang mencakup peningkatan literasi digital, pemasaran, dan akses permodalan.

Menurut Dhanny, peran Rumah BUMN sangat penting dalam mendukung ekonomi kerakyatan. “Melalui pembinaan yang terstruktur, BRI membantu pelaku UMKM memperkuat daya saing agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan siap memasuki pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kisah sukses Aminah dan Qaniacraft Ecoprint menjadi bukti bahwa kombinasi kreativitas, ketekunan, dan dukungan pembiayaan yang tepat dari BRI dapat menciptakan UMKM yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan semangat “Memberi Makna Indonesia”, BRI terus berkomitmen mendampingi pelaku UMKM di seluruh negeri agar terus tumbuh dan berinovasi.

Editor : Rahman Hakim
#BRI Incubator #bri #bbri #rumah BUMN #pemberdayaan