Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PT Pelni Incar Laba Rp 467 M

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-08 06:54:40

BALIKPAPAN - Tak ingin bersantai, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berencana menaikkan target laba tahun ini sebesar Rp 467 miliar. Diketahui, tahun lalu perseroan ini berhasil mencapai target Rp 374 miliar dengan sumbangan dari Balikpapan sebesar 15 persen.

Direktur Keuangan PT Pelni (Persero) Tri Andayani mengatakan, target laba PT Pelni tahun ini dinaikkan. Untuk itu pihaknya akan mengoptimalkan beberapa lini bisnis yang sudah berjalan. “Tahun lalu pendapatan kami selama setahun sebesar Rp 4,6 triliun. Tahun ini pendapatan kami ditargetkan Rp 5,5 triliun,” ujarnya, Senin (7/1).

Tulang punggung pendapatan masih dari kapal penumpang dengan sumbangan sebesar 65 persen. Selebihnya dari lini bisnis lain yang dikembangkan PT Pelni, seperti logistik, jasa service kapal, hotel dan lainnya.

Untuk kontribusi, di wilayah Kalimantan, Balikpapan jadi penyumbang tertinggi. Saat momen perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), kontribusi pendapatan dari Balikpapan untuk nasional saja hingga 21 persen. “Secara tahunan kira-kira 15 persen,” ungkapnya.

Tri menambahkan, tahun lalu pihaknya mencatat pertumbuhan penumpang. Momen arus mudik akhir tahun lalu meningkat 1 persen. Mahalnya tiket pesawat terbang menjadi salah satu alasan. Selama periode Nataru, Pelni menyiapkan 26 armada trayek Nusantara dan 46 trayek kapal perintis dengan 52 unit kapal. Pada 2017, pelanggan tercatat 324.204. Pada 2018 diprediksi 324.458 pelanggan.

Pada angkutan Nataru Pelni membagi tiga wilayah pelayanan, wilayah barat terdiri Tanjung Priok, Batam, Belawan. Kijang-Letung-Tarempa dan Natuna. Semarang-Kumai-Surabaya. Untuk wilayah barat tercatat 66.713 pelanggan dengan penumpang terpadat Cabang Batam 25 persen, Cabang Belawan 18 persen, Cabang Surabaya, 13 persen, Cabang Tanjung Priok 11 persen dan Cabang Tanjung Pinang 10 persen.

Wilayah tengah terdapat ruas Baubau-Makasar-Ambon-Wanci dan Kendari. Ruas Makassar-Labuan Bajo-Benoa-Surabaya-Maumere-Bima-Balikpapan. Parepare-Tarakan-Nunukan-Pantoloan. Kupang-Ende-Larantuka dan Lewoleba. Wilayah tengah tercatat 122.449 pelanggan dengan pelanggan terbanyak Cabang Makasar 18 persen, Cabang Baubau, 10 persen, Cabang Kupang 9 persen, Cabang Balikpapan 8 persen,  Cabang Parepare, 8 persen dan Cabang Maumere 6 persen.

Untuk wilayah timur terdapat ruas Ambon-Dobo-Bandaneira-Baubau-Tual-Saumlaki dan Sorong. Manokwari-Bitung-Ternate-Jayapura-Nabire-Serui-Biak-Fakfak dan Ambon. Pada angkutan Nataru wilayah timur menempati peringkat pertama sebanyak 35 persen, wilayah tengah 32 persen dan wilayah barat 18 persen pergerakan penumpang.

“Persaingan bisnis tahun ini bakal semakin ketat. Pasalnya, bandara sekarang sudah ada di daerah terluar atau di kabupaten. Itu tentu tantangan buat kami. Tahun ini kami merencanakan bisnis pengembangan wisata bahari. Program life style kami rencanakan. Pariwisata sedang serius digarap pemerintah kami akan masuk di dalamnya,” jelasnya.

Selain itu, dari muatan kapal atau usaha logistik terus dikembangkan. Menurutnya, hal ini dilakukan agar mampu mencapai target yang dibebankan. Serta, optimalisasi aset yang ada bakal terus dikembangkan.

Lebih lanjut, dalam rangka mendukung keselamatan transportasi laut sektor pelayaran rakyat (Pelra), sekaligus bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT Pelni membagikan life jacket di enam daerah meliputi Manado, Balikpapan, Makasar, Ambon, Kupang, dan Surabaya. Masing-masing mendapat kuota 200 life jacket.

Tri Andayani mengatakan, sebagai perusahaan BUMN transportasi laut, PT Pelni(Persero) menjalin kemitraan dengan para pelaku usaha pelayaran rakyat di seluruh Indonesia. “Pelni dan pelayaran rakyat (Pelra) tidak dapat dipisahkan karena Pelra menjadi mitra untuk mengantar penumpang dari dan ke pulau-pulau terpencil, tertinggal, terdepan dan perbatasan (T3P),” terangnya. Adapun, anggaran CSR 2019 ini sebesar Rp 750 juta. Naik Rp 250 juta dari tahun lalu atau sebesar Rp 500 juta. (aji/ndu/k15)

Editor : wahyu-Wahyu KP