TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menggelar sosialisasi dan evaluasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema Cermat) dan optimalisasi agent of change (AoC), di Hotel Bumi Segah. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 3 April sampai 5 April 2019.
Ketua Panitia Sosialisasi dan Evaluasi Gema Cermat, Aida menyebutkan, kegiatan ini diikuti sebanyak 173 peserta dari beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Selain itu juga ada 100 lebih peserta lokal dari berbagai organisasi di Kabupaten Berau, seperti Bhayangkari, Persit, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan organisasi lainnya.
“Tujuan kegiatan ini tak lain untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat bagaimana menggunakan obat dengan baik dan benar,” kata Aida.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu pembekalan kepada 14 apoteker untuk dijadikan sebagai agen perubahan. Diharapkan apoteker-apoteker yang dipilih menjadi pihak terdepan ini memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat.
Sementara itu, Ketua PKK Berau Sri Juniarsih menerangkan, sosialisasi dan evaluasi Gema Cermat ini penting dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat Berau paham cara penggunaan obat yang baik dan benar.
Menurutnya, selama ini masih banyak orang acap kali saat menderita sakit langsung meminum obat tanpa resep dokter. “Ternyata itu salah. Kita sudah mengambil tindakan dengan membeli obat di toko tanpa terlebih dahulu memeriksakan ke dokter mengenai sakit yang diderita,” tuturnya.
Karena itu, kegiatan ini menjadi corong dan salah satu tangan pemerintah untuk menginformasikan kepada masyarakat cara penggunan obat. “Saya berharap teman-teman PKK, Persit, Bhayangkari sudah semestinya bisa menyosialisasikan kepada anggotanya. Supaya mereka tahu pola hidup yang sehat itu bagaimana. Tidak hanya menjaga pola makan, tapi juga diiringi kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kaltim, Asaf Diolo mengungkapkan, Pemprov Kaltim selama ini sudah berupaya mewujudkan program pemerintah pusat yaitu menuju Indonesia Sehat. Upaya tersebut dilakukan baik secara promotif preventif hingga pemberdayaan masyarakat melalui Germas.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini kita berupaya memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat mengenai obat. Mulai dari membeli, mendapatkan, membawa hingga menggunakannya secara tepat,” katanya.
Ia berharap ke depannya melalui gerakan ini mampu meningkatkan pemahaman penggunaan obat secara nasional kepada masyarakat. “Dinkes Kaltim dan beberapa kabupaten/kota sudah melaksanakan sosialisasi ini, supaya tersampaikan kepada masyarakat Kaltim,” pungkasnya. (arp/adv/har)
Editor : uki-Berau Post