TANJUNG REDEB - Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau melakukan rekrutmen tenaga kontrak dengan masa kerja Juli hingga Desember 2019.
Mereka yang mendaftar dan lulus seleksi berkas telah mengikuti tes tertulis yang digelar Dinkes kemarin (26/6), di kantor Dinas Kesahatan.
Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Tenaga Kontrak Dinkes Berau, Ahmad Basuki mengatakan, tahapan rekrutmen dimulai sejak tanggal 10 sampai 24 Juni. Mulai dari pengumpulan berkas dan seleksi administrasi.
Dari 41 pendaftar, hanya 33 peserta yang memenuhi syarat seleksi administrasi dan diumumkan 25 Juni lalu. “Hari ini (kemarin, red.), semua peserta yang memenuhi syarat itu menjalani tes tertulis. Seleksi berikutnya yakni tahap wawancara yang dilaksanakan besok (hari ini, red). Pengumuman seleksi akhir pada 29 Juni nanti,” jelas Ahmad, kemarin (26/6).
Disebutkannya, mereka nantinya akan ditempatkan di Puskesmas-Puskesmas di wilayah Kabupaten Berau. Di antaranya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kampung Bugis, Puskesmas Suaran, Puskesmas Gunung Tabur, Puskesmas Tanjung Batu, Puskesmas Biatan Lempake, Puskesmas Batu Putih, Puskesmas Bidukbiduk, Puskesmas Kelay, Long Boy, Tepian Buah, Puskesmas Talisayan, Labanan, Tubaan, dan Sambaliung.
Sementara formasi penerimaan pada UPT tersebut, masing-masing hanya satu orang. Mulai dari tenaga Promosi Kesehatan (Promkes), Sanitarian/Kesehatan Lingkungan (Kesling), ahli gizi, dan Tenaga Kesehatan Masyarakat (Kesmas). “Dari jumlah pendaftar, formasi tenaga ahli gizi tidak mencukupi kuota yang kita minta. Karena dari 8 orang yang dibutuhkan, hanya satu saja yang mendaftar. Lalu formasi kesehatan lingkungan (kesling) untuk D3 juga kurang. Yang diperlukan ada 11 orang, tetapi yang mendaftar hanya 4 orang saja. Selebihnya melebihi kuota semua,” jelas Ahmad.
Sementara itu, Kepala Dinkes Berau Totoh Hermanto melalui Sekretaris Dinkes Bambang Sunarto menambahkan, peserta yang nantinya lusus di semua tahapan seleksi tentunya memiliki kompetensi di bidangnya dan pengalaman kerja yang dibutuhkan masyarakat. Pihaknya berharap peserta yang nantinya terpilih bersedia ditempatkan di pusat layanan kesehatan yang telah ditentukan.
“Mereka harus bersedia ditempatkan di manapun dan situasi apapun. Nanti dari seleksi wawancara kita lihat, bagaimana bisa membawa program kegiatan itu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelas Bambang. (adv/mar/har)
Editor : uki-Berau Post