Kepadatan permukiman, ditambah pasar tumpah di Jalan Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, menyimpan hidden gem, yakni kedai kopi berkonsep modern yang tampil estetik. Stom Coffee yang beroperasi sejak Mei 2020 lalu, semakin eksis meramaikan bisnis perkopian Kota Tepian.
MEMANFAATKAN rumah toko (ruko), bersebelahan dengan kantor notaris. Terdapat dua area, smoking ditempatkan di depan, dan no smoking di dalam. Beberapa sudut didesain dengan konsep berbeda. Jika menjadi background foto, seperti berada di tempat yang berbeda-beda.
Pemilik Stom Coffee Meli Rukman menceritakan, pembangunan kafe dimulai sejak lama, namun sempat terpikir dua opsi, kedai atau restoran. Pilihan jatuh ke kedai kopi, saat dirinya bersama suami berwisata ke Jepang November 2019 lalu, beberapa kafe yang menjadi rujukan antara lain, Arabica Coffee dan Onimbus Coffee. "Sekitar Januari 2020, kami mulai berkonsultasi dengan rekanan desain interior di Surabaya, termasuk konsultasi mesin kopi dan perlengkapan lainnya di Jakarta," ucapnya.
Pemilihan tempat juga tidak asal pilih, karena ruko yang ditempati saat ini, satu bangunan dengan kantor perusahaan miliknya yang bergerak di bidang jasa penyewaan alat berat. Lagi pula, bila mencari ruko di tengah kota, tentu memakan biaya tinggi, belum lagi pencarian lokasi yang strategis dan cocok di hati. "Akhirnya pilih di sini, biaya sewa tidak ada, anggaran bisa dimaksimalkan untuk mendesain tempat dan melengkapi pernak-pernik sesuai keinginan kami," ucapnya.
Meli menyebut cukup kaget karena antusias masyarakat tinggi. Kebanyakan pesan take away, dengan menu andalan Stom Coffee (kopi susu gula aren), susu klepon (susu dengan sirup spesial rasa klepon) dan kopi banana (espresso, susu dan sirup spesial rasa pisang). "Dua bulan ini kami semakin serius dengan menambahkan karyawan untuk bar dan tim promosi. Kami semakin bersemangat untuk mengembangkan kedai. Padahal awalnya kami tidak mengira antusias warga bisa tinggi," ujarnya.
Sedangkan untuk makanan ringan, ada brownies dan pastry yang dibuat di dapur Stom Coffee. Ia sendiri turun tangan untuk membuat aneka camilan itu. "Kami senang bikin kue, meski capek tetapi senang aja. Termasuk menjaga agar rasanya tetap konsisten," jelasnya.
Sedangkan, soal tema pengambilan nama kafe terbilang unik. Meli menyingkat dari album ketujuh boyband asal Negeri Ginseng, BTS, Map of The Soul: 7, yang disingkat MOTS, Kemudian dibalik.
"Segala konsep dan mimpi kami semua terwujud di kafe. Semoga namanya juga semakin dikenal di penjuru Samarinda," ujarnya.
Rencana ke depan, diakuinya akan membuka beberapa cabang di tengah kota, namun konsep hanya untuk take away. Untuk memudahkan pelanggan menikmati kopi dari mana saja. Konsep itu diakuinya banyak terdapat di Jepang. "Bahkan kalau bisa bikin kopi kalengan dengan brand Stom Coffee," singkatnya optimistis. (dns/dra/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria