Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Okupansi Hanya Bisa Tutupi Biaya Operasional Hotel

izak-Indra Zakaria • Rabu, 3 Februari 2021 - 17:53 WIB
ilustrasi
ilustrasi

SAMARINDA - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kaltim pada Desember 2020 mencapai 59,78 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,02 poin dibanding TPK November 2020. Meski meningkat, okupansi ini disebut-sebut hanya menutupi biaya operasional. Pelaku usaha masih belum mendapatkan untung, terlebih kerugian sejak awal 2020 masih terasa.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim HM Zulkifli mengatakan, data dari PHRI berbeda sedikit dibandingkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim. Di mana pelaku usaha mencatat okupansi di Kaltim rata-rata baru sekitar 54 persen. Walau sudah pulih, namun peningkatan ini belum menguntungkan.

“Kalau masih di bawah 60 persen baru sebatas menutupi biaya operasional, namun ini jauh lebih baik sebab kita bisa tutupi biaya operasional. Sedangkan beberapa bulan yang lalu, okupansi hanya 20-30 persen. Tentunya kondisi sekarang sudah sangat baik,” ungkapnya, Selasa (2/2).

Zulkifli membeberkan, dalam perhitungan pelaku usaha keterisian hotel idealnya 70 persen. Di situ sudah bisa mendapatkan untung. “Saat ini memang kita tidak berharap langsung mendapatkan keuntungan. Yang terpenting bisa menutupi biaya operasional saja sudah baik. Semoga daerah yang sedang melangsungkan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) bisa segera kembali menggelar kegiatan,” tuturnya.

Sebab, hotel Kaltim kebanyakan berharap dari MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). Jika tidak ada MICE, maka okupansi pasti menurun. Menurutnya, PPKM yang dilakukan Balikpapan tentu juga memengaruhi tingkat okupansi Kaltim. Sebab, hotel-hotel di Kaltim kebanyakan berada di Samarinda dan Balikpapan. Jika kedua kota ini terganggu, data penghunian hotel pasti menurun.

“Intinya permasalahan dari Covid-19 ini yang harus segera diselesaikan, agar seluruh bisnis bisa berjalan kembali. Perhotelan tentunya sudah melakukan banyak hal untuk menumbuhkan rasa percaya masyarakat, salah satunya melakukan sertifikasi CHSE. Namun, semuanya tetap berharap pada pengendalian jumlah penambahan kasus positif Covid-19,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #Bisnis Kaltim