SAMARINDA- Pembatasan aktivitas masyarakat di awal tahun ini membuat okupansi hotel berbintang di Kaltim kembali menurun. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat penghunian kamar (TPK) di Kaltim pada Januari lalu merosot 16,80 poin dibandingkan Desember di angka 42,98 persen. Namun, pelaku usaha optimistis pada Juni mendatang okupansi kembali stabil.
Ketua DPD Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim Adith Raharjo mengatakan, penurunan okupansi pada Januari lalu tak lepas dari kembali melonjaknya kasus Covid-19. Tingginya kasus yang terkonfirmasi Covid-19 secara otomatis menghalangi mobilitas masyarakat. Secara rasional saja terhalangnya mobilitas turut membuat okupansi menurun.
“Pada tiga bulan di pengujung tahun lalu sebenarnya okupansi meningkat dan cukup baik. Tapi karena di bulan Januari ada PPKM pada beberapa daerah membuat okupansi turun lagi karena mobilitas masyarakat terhalangi,” jelasnya, Rabu (3/3).
Menurutnya, okupansi hotel di Kaltim kebanyakan masih berasal dari meeting, incentive, convention, exhibition (MICE). Ketika penerbangan terganggu, mobilitas dibatasi, maka akan berimbas pada okupansi di daerah. Perjalanan bisnis yang seharusnya dilakukan jadi terhambat. Penurunan ini akan terus berlangsung hingga Juni.
“Februari pasti datanya akan menurun lagi, karena di Kaltim ada Kaltim steril. Aturan ini juga berpengaruh besar terhadap okupansi kita,” katanya.
Sebab, pada weekend biasanya masyarakat dari kabupaten di sekitar Samarinda dan Balikpapan akan berlibur ke dua kota tersebut. Tentunya akan menginap di hotel. Namun, akibat kebijakan Kaltim Steril tadi, tentunya akan ditunda atau dibatalkan. Sehingga, pengaruhnya akan sangat besar terhadap hunian hotel.
Pada Juni, diprediksi okupansi baru bisa meningkat kembali. Jika kasus Covid-19 mulai mereda, vaksin mulai merata tentunya bisa berpengaruh lagi terhadap mobilitas masyarakat ke Kaltim atau ke luar Kaltim. Jika vaksinasi secepatnya didistribusikan merata pada semua masyarakat, seharusnya November hunian sudah kembali bagus.
“Kita berharap secepatnya kasus Covid-19 bisa dikendalikan. Agar tidak ada halangan bagi mobilitas masyarakat agar okupansi juga kembali bergairah,” pungkasnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, TPK hotel atau okupansi di Kaltim pada Januari kembali menurun setelah terjadi peningkatan pada tiga bulan sebelumnya. Sementara itu, jika dibandingkan Januari 2020, terjadi penurunan TPK sebesar 07,86 poin, yaitu dari 50,84 persen di Januari 2020 menjadi 42,98 persen di Januari 2021. (ctr/ndu/k15)
Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Kaltim
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
2020 50,84 61,25 39,94 26,32 26,31 34,62 38,59 39,10 51,19 51,34 54,76 59,78
2021 42,98
Sumber: BPS Kaltim
Editor : izak-Indra Zakaria