Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Permintaan Batu Bara dan Minyak Sawit Tahun Ini Tetap Besar

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 12 Februari 2022 - 18:50 WIB
Photo
Photo

SAMARINDA-Ekonomi Kaltim berhasil melewati masa negatifnya, akibat pandemi Covid-19. Pada 2021, ekonomi Benua Etam sudah berada di jalur positif dan berhasil tumbuh 2,48 persen. Seiring dengan ditemukannya vaksin dan lebih masifnya penanganan Covid-19, membuat ekonomi mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Tahun ini, diprediksikan ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi, di rentang 3,51-4,25 persen, didorong semakin pulihnya aktivitas masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Ricky Perdana Gozali mengatakan, perekonomian 2022 diperkirakan terus melanjutkan momentum perbaikan. Dengan prasyarat kenaikan kasus Covid-19 tahun ini bisa dikendalikan dengan baik. Sehingga, terus membuka peluang peningkatan mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi daerah yang ditopang oleh program vaksinasi yang semakin baik.

Lebih masifnya cakupan vaksinasi, terlebih dengan rencana vaksin booster, juga diperkirakan mampu mendorong optimisme masyarakat maupun dunia usaha di Kaltim. Dengan begitu, aktivitas jual-beli tumbuh lebih tinggi.

“Perbaikan tersebut juga diperkirakan akan terus berlanjut, yang bersumber dari semakin membaiknya kinerja lapangan usaha utama. Seiring dengan permintaan terhadap komoditas batu bara dan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit yang masih tinggi,” tuturnya, Kamis (10/2).

Ditemui terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Dayang Donna Faroek mengatakan, pada 2021 ekonomi Kaltim sudah berjalan di jalur positif, seiring konsumsi masyarakat yang juga semakin membaik. Itu sesuai prediksi ekonomi 2021 menjadi tahun pemulihan, sejalan dengan pemulihan ekonomi dunia.

Sebab, ungkap dia, Kaltim sangat bergantung pada ekonomi global, seiring kegiatan ekonominya yang berbasis ekspor. “Membaiknya permintaan ekspor pada 2021, menjadi perbaikan bagi pertumbuhan ekonomi Kaltim. Diharapkan ini bisa berlanjut hingga tahun ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, perdagangan Kaltim masih sangat bergantung kepada ekspor luar negeri. Utamanya, pertambangan batu bara yang menjadi kontribusi terbesar perekonomian Benua Etam. Sehingga, jika motor penggerak ekonomi Kaltim tidak terganggu, seharusnya ekonomi tetap bisa berjalan.

Sepanjang 2021, kegiatan ekspor Kaltim berjalan cukup baik. Sehingga, ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi dari 2020. Sektor-sektor yang mendominasi Kaltim seperti pertambangan dan industri pengolahan, tidak terlalu terganggu tahun lalu. Apalagi saat ini, komoditas andalan Kaltim seperti batu bara dan CPO sedang menikmati peningkatan harga.

“Tahun ini ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi, peluang bisnis juga lebih besar. Namun, untuk meraih ekonomi yang lebih maju, tetap diperlukan reformasi dan transformasi ekonomi, dan pengelolaan investasi di Kaltim,” pungkasnya. (rom/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim