Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

LinkAja Syariah Bisa Buat Bayar Iuran Pesantren

izak-Indra Zakaria • 2022-02-24 12:05:08
LinkAja Syariah terus berusaha menjawab kebutuhan transaksi keuangan masyarakat muslim Indonesia. Seperti memfasilitasi pembayaran kebutuhan esensial sehari-hari, hingga kegiatan islami, seperti donasi, sedekah, dan wakaf. Semua kegiatan itu sesuai dengan
LinkAja Syariah terus berusaha menjawab kebutuhan transaksi keuangan masyarakat muslim Indonesia. Seperti memfasilitasi pembayaran kebutuhan esensial sehari-hari, hingga kegiatan islami, seperti donasi, sedekah, dan wakaf. Semua kegiatan itu sesuai dengan

BALIKPAPAN - LinkAja Syariah terus berusaha menjawab kebutuhan transaksi keuangan masyarakat muslim Indonesia. Seperti memfasilitasi pembayaran kebutuhan esensial sehari-hari, hingga kegiatan islami, seperti donasi, sedekah, dan wakaf. Semua kegiatan itu sesuai dengan syariat Islam dan sudah dapat menggunakan LinkAja Syariah.

Kehadiran LinkAja Syariah, dikatakan Head of Group LinkAja Syariah Donny Fernando, adalah upaya nyata untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Juga mendorong terwujudnya layanan keuangan yang inklusif di Indonesia.

LinkAja Syariah telah memperluas digitalisasi ekosistem di sektor koperasi syariah dan pesantren. Dengan meresmikan kolaborasinya bersama koperasi syariah terbesar di Indonesia, Koperasi Baitul Maal wa Tamwil (BMT), Usaha Gabungan Terpadu (UGT) Nusantara dan aplikasi pondok pesantren berbasis web dan mobile, PesantrenQu pada Selasa (22/2).

“Dalam kolaborasi ini, LinkAja Syariah turut terintegrasi dengan PesantrenQu. Sebuah aplikasi yang mengintegrasikan informasi seputar pondok pesantren, santri, dan orangtua santri dengan layanan yang mencakup sistem pembelajaran, pembayaran iuran pendidikan dan unit bisnis pesantren,” bebernya.

Kemitraan PesantrenQu mencakup 23 pesantren dari Aceh hingga Banyuwangi. Sehingga, memberikan LinkAja peluang yang luas untuk menjangkau dan memfasilitasi 50.000 santri aktif, 80.000 orang tua santri, serta 450 asatidz dan khadimul ma’had, yakni pengurus, tenaga kesehatan, guru-guru sekolah umum, dan lain-lain yang mengelola operasional pondok pesantren.

Donny menuturkan, terintegrasinya LinkAja Syariah ke dalam ekosistem KSPPS BMT UGT Nusantara, membuat anggota koperasi berjumlah 750 ribu anggota yang tersebar di 10 provinsi Indonesia kian dimudahkan dalam melakukan beragam transaksi.

Seperti pembayaran iuran keanggotaan Koperasi BMT UGT Nusantara, penyaluran investasi pemerintah usaha mikro (UMi) dan pembiayaan BMT, penyaluran tunjangan karyawan BMT UGT Nusantara, pembayaran angsuran pembiayaan BMT, top up saldo Koperasi BMT UGT Nusantara menggunakan saldo LinkAja di aplikasi Koperasi BMT UGT Nusantara, dan top up saldo LinkAja Syariah menggunakan saldo BMT UGT Nusantara.

“Hal ini sejalan dengan misi LinkAja membangun ekosistem dan platform layanan keuangan yang sesuai dengan segmen mass-aspirant yang terletak di kota-kota tier 2 dan tier 3,” sebutnya.

Ini tentu memberikan peluang besar pada sektor koperasi syariah. Membuat pihaknya optimistis akan meningkatnya jumlah pengguna serta transaksi keuangan dalam ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

“Sebagai e-wallet syariah pertama di Indonesia, LinkAja Syariah semakin mengukuhkan statusnya sebagai layanan keuangan digital yang tepercaya melalui sertifikasi kesesuaian syariah dari DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI dan pengembangan fitur syariah dari Bank Indonesia,” tutupnya. (ndu/k15)

Ulil Muawanah

yin.khazan@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim