Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ma’rifah Herbal, dari Hobi Menjadi Rejeki Berkat CSR PKT

izak-Indra Zakaria • Kamis, 30 Juni 2022 - 01:56 WIB
-
-

BONTANG - Sembari memacu motor skutiknya, Asma pulang ke kediamannya di Loktuan sembari membawa beberapa bibit tanaman yang ia jumpai di pinggir jalan. Ia sendiri tak tahu apa saja tanaman itu. Hanya didorong rasa penasaran, ia ambil, lantas memboyong beberapa ke rumah.

Di lain waktu, ia menyambangi kediaman kerabat atau kenalannya. Ketika melihat tanaman yang menurutnya 'aneh', Asma minta izin si pemilik agar diberikan tunas atau anakan tumbuhan itu. Yang nantinya ia tanam kembali di pekarangan rumah. Aktivitas memburu tanaman aneh, lantas menanamnya kembali kerap Asma lakukan. Sebab ia cukup menggilai aktivitas tanam-menanam. 

"Kan memang suka nanam. Yang saya butuhkan di rumah, ditanam. Sayur, tanaman obat. Semua. Ada juga sih bibit yang dibeli," ungkap Asma kepada media ini, Rabu (29/6/2022) sore. 

Tunas-tunas yang dikumpulkan secara acak itu perlahan tumbuh dan memenuhi pekarangan rumah Asma di Jalan RE Martadinata, RT 11, Loktuan. Hasil tanaman cukup memenuhi konsumsi pribadi keluarga Asma. 

Memasuki akhir 2016, Asma terkaget lantaran beberapa orang menyambangi kediamannya. Belakangan ia tahu orang-orang tersebut rupanya perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur. 

Bak kena petir di siang bolong, perwakilan Pupuk Kaltim itu rupanya menawarkan Asma jadi mitra mereka. Alasannya, karena Asma cukup focus memelihara tanaman obat di kediamannya. Perusahaan ingin membantu Asma mengembangkan tanaman tersebut, bukan saja bermanfaat bagi keluarganya, pun kepada masyarakat luas. 

"Pupuk Kaltim yang tawarkan, tentu kami senang sekali," ungkapnya bangga.

Usai pertemuan singkat itu, perusahaan mulai membantu Asma melakukan pengembangan. Dimulai dengan memasok pupuk, membangunkan green house, memberi pot, polybag dan kebutuhan tanam lain. Namun baru pada 2017 kemitraan ini diresmikan. Nama Makrifah Herbal digunakan dalam kerjasama ini. 

"MoU sekitar 2017. Tapi jauh sebelum MoU kami sudah mulai dibantu PKT," sebutnya. 

Produk pertama Marifah Herbal hadir pada Agustus 2017, yakni minyak urut. Asma mengaku kemampuan mengolah tanaman obat jadi minyak urut diperoleh dari orangtua secara turun temurun, lantas ia sempurnakan sendiri secara otodidak. Tidak pernah mengikuti pelatihan apapun. Itu sebabnya, produk yang dihasilkan kualitasnya masih kurang maksimal. 

 

"Bisa buat minyak, tapi masih agak anyir kan baunya. Jadi Pupuk Kaltim kembali fasilitasi kami (Asma dan suami) untuk ikut pelatihan di Bogor," ungkapnya. 

Usai kepulangan dari Bogor, Asma bergegas melakukan penyempurnaan produk. Sembari itu, ia juga melakukan rekrutmen anggota untuk menambah tenaga di Marifah Herbal. Mengingat, seiring bantuan yang terus diberikan perusahaan, Marifah Herbal dituntut untuk terus berkembang. Baik memperkaya dan menyempurnakan produk, hingga memperluas luasan lahan tanaman obat. 

"Bantuan perusahaan memacu kami untuk berkembang terus. Kami harus pintar melihat peluang, kami juga harus terus bermanfaat buat masyarakat sekitar," kata perempuan yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik itu. 

Bantuan dan dukungan yang diberikan perusahaan terus mendorong Marifah Herbal tumbuh. Dari mulanya hanya membudidaya 30-an jenis tanaman, hingga 2022 sudah 200-an tanaman dikoleksi di taman Marifah Herbal. 

Produk yang dihasilkan pun mulai bervariasi. Kini Marifah Herbal memiliki 14 jenis produk, yang dipasarkan ke seluruh Indonesia. Dengan rentang harga Rp 25 - Rp 65 ribu. Bahkan dari 14 produk ini, ada 3 yang sudah memiliki izin edar BPOM, yakni minyak urut, haircare, minyak kemiri. Dalam upaya meningkatkan kualitas produk, mulai dari isi dan kemasan, mengupayakan izin, hingga pemasaran, hampir semua mendapat dukungan penuh Pupuk Kaltim. 

"Semua diuruskan PKT. Makanya kami bisa melesat dalam mengembangkan produk," katanya. 

Selain itu, mereka pun melakukan diversifikasi lini bisnis, bukan sekadar produksi obat-obatan herbal. Spa dibuka pada 2019. Katering herbal yang menyajikan makanan sehat dan minuman herbal dibuka pada 2020,  kafe pada 2022, dan rencana mendatang ialah griya sehat. 

"Insha Allah griya sehat dibuka tahun ini. Di sana nanti orang bisa konsultasi kesehatan. Lalu kami berikan ramuan herbal. Ini nanti diawasi Dinkes," kata perempuan ramah senyum ini. 

Asma tak secara gamblang menyebut omzet yang dihasilkan dari bisnis Marifah Herbal. Yang pasti, sebutnya, kelompok ini dapat menghasilkan omzet hingga ratusan juta, dan mampu memberdayakan hingga 26 orang hingga 2022 ini. 

"Sistem pengupahan by order dan seberapa berat tanggungjawab tugasnya," sebutnya. 

MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN 

Sejak awal didirikan, Asma berharap agar Marifah Herbal selalu memberi manfaat kepada masyarakat. Langkah kecil itu ia mulai dengan memberdayakan warga sekitar. 

Dari 26 anggota Marifah Herbal, 22 di antaranya adalah perempuan. Ada ibu rumah tangga, janda, dan pendidik. Semua dirangkul untuk berkarya bersama. 

Ibu rumah tangga dan janda yang terlibat bukan saja mendapat pengalaman dan pengetahuan baru soal memberdayakan tanaman obat serta mengelola bisnis. Di samping itu, tentu saja, mereka mendapat tambahan pemasukan. Walau jumlah barangkali tak terlalu besar, sebut Asma, ini cukup membantu memenuhi kebutuhan rumah. 

"Ada anggota yang janda, kami dengar kalau mereka senang dan terbantu selama jadi anggota (Marifah Herbal). Mereka dapat pengalaman, dapat pemasukan juga," ungkapnya. 

Ibu satu anak ini yakin, perempuan  tidak hanya memiliki peran yang sangat penting bagi keluarga, namun juga lingkungan, bahkan mampu turut menggerakkan roda perekonomian daerah. Lebih lanjut, pemberdayaan ibu rumah tangga oleh Makrifah Herbal juga tidak hanya terfokus dalam meracik dan memproduksi minyak herbal, namun juga disesuaikan dengan kapasitas maupun minat yang dimiliki masing-masing anggota, seperti pelayanan spa dan lulur tradisional, hingga katering yang menggunakan olahan dari tanaman herbal. 

APRESIASI PEMKOT BONTANG 

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase mengapresiasi PT Pupuk Kaltim. Melalui corporate social responsibility (CSR), mereka telah mendukung dan memberdayakan masyarakat. Menurut Basri, keterlibatan perusahaan sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Terlebih untuk meningkatkan sektor perekonomian melalui tanaman toga. 

“Selain bermanfaat dalam kesehatan, kegiatan tersebut juga menumbuhkan roda ekonomi masyarakat. Jadi, sangat membantu sekali,” kata Basri. 

Ia berharap, masyarakat khususnya ibu rumah tangga, lansia, hingga para pensiunan memiliki agenda kegiatan produktif. Hal itu penting bukan hanya urusan penghasilan tetapi juga kesehatan. (Nasrullah)

Editor : izak-Indra Zakaria