Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Geliat Kaum Ibu di Samarinda Ikut Pembiayaan Ultra Mikro BTPN Syariah: Lebih Disiplin Bangun Komunitas Hingga Terharu Bisa Umroh

izak-Indra Zakaria • Jumat, 16 Juni 2023 - 15:57 WIB
Pertemuan rutin dua pekan sekali pembiayaan ultra mikro BTPN Syariah di rumah Endang usaha amplang Gang I Jl Slamet Riyadi Teluk Lerong Ulu Samarinda.
Pertemuan rutin dua pekan sekali pembiayaan ultra mikro BTPN Syariah di rumah Endang usaha amplang Gang I Jl Slamet Riyadi Teluk Lerong Ulu Samarinda.

SAMARINDA – Keberhasilan menjalankan usaha kecil dan mensejahterakan anggota keluarga, bukan perkara mudah di era saat ini gaya hidup masyarakat yang semakin konsumtif. Namun, hal ini bisa diwujudkan oleh kaum ibu dari komunitas sentra tergabung dalam Pembiayaan Ultra Mikro BTPN Syariah di kota Samarinda.

Salah satu nasabah BTPN Syariah tersebut, Endang Jumalini mengatakan ia mendapat pembiayaan ultra mikro Rp 5 juta di tahun 2016. Kala itu usaha amplangnya masih kecil dan memasarkan produknya menitip ke warung-warung atau toko. Seiring waktu, usahanya semakin besar dan mendapat pembiayaan Rp 12 juta dan dalam sebulan omsetnya tembus Rp 50 juta lebih.

“Sebulan ada 50 ball amplang terjual dipasarkan di Balikpapan dan Samarinda. Satu ball amplang harganya Rp 1,3 juta. Alhamdulillah, pembiayaan BTPN Syariah sangat membantu usaha saya,” katanya yang telah memiliki pegawai 8 orang.

Endang tergabung “Sentra Gang I” pembiayaan ultra mikro BTPN Syariah di Jl Selamat Riyadi Kelurahan Teluk Lerong Ulu Samarinda. Dirinya menjadi nasabah insipirasi dan mampu menarik  28 anggota seluruhnya kaum ibu dengan jenis usaha bervariasi. Seperti, jualan sembako, baju, buah nanas dan jasa reklame.

Sentra tersebut mewajibkan setiap anggota harus menabung dan tanggung renteng ketika ada anggota yang tak membayar angsuran pembiayaan. Endang akhirnya tak segan menegur salah satu anggota agar lebih disiplin membayar angsuran. “Ulun (saya) marahi,” ujarnya sembari bercanda bila ada anggota yang tak disiplin.

Menurut Endang, dirinya menyukai BTPN Syariah dibanding lain karena pembiayaan diterimanya tanpa ada jaminan. Dan tak perlu repot ke kantor bank untuk membayar angsuran dan menabung, tapi cukup titip ke pendamping atau Community Officer (CO) dari BTPN Syariah rutin melakukan pertemuan dua pekan sekali di rumahnya.

Tak jauh berbeda dengan Endang, nasabah inspirasi lainnya BTPN Syariah di Samarinda, Siti Faisah usia 38 tahun juga berhasil membangun sentra dengan anggota 8 orang. Siti Faisah pun terharu dan tak bisa menahan air mata kala dirinya dan Endang terpilih mendapat apresiasi umroh ke Mekkah pada bulan Februari tahun 2023.

“Saya nggak kuat dan mau menangis kalau cerita dapat umroh dari BTPN Syariah. Karena, saya hanya bisa dalam hati ngomong mudahan bisa terpilih ikut umroh. Di depan Kabah Mekkah, saya berdoa semoga BTPN Syariah semakin maju dan besar,” kata Siti Faisah ketika menangis. 

Siti Faisah meyakini bisa kenal dengan BTPN Syariah karena Tuhan yang membukakan jalan. Karena, ia hanya tinggal di pemukiman yang minim fasilitas listrik dan air di SKM Borneo Jl Damanhuri Kelurahan Mugirejo, jauh dari pusat kota.

Kala itu, tahun 2008, Siti Faisah jualan sosis warung yang sangat kecil depan rumah. Kemudian, tahun 2015, ia mendapat bantuan Rp 4 juta dari BTPN Syariah. “Karena, modal sedikit, jadi jualan jajanan seadanya saja. Sehari bisa mendapat Rp 300 ribu termasuk modal jualan jajanan. Lalu, pendapatan saya naik sedikit-sedikit apalagi ketika membuka warung sembako,” katanya.

“Modal buka usaha sembako cukup besar, saya mendapat pembiayaan Rp 50 juta. Alhamdulillah, hasil jualan sembako cukup bayar angsuran dan pendidikan anak-anak,” kata Siti Faisah.

Corporate and Marketing Communnication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin menjelaskan apresiasi umroh ke Mekkah Arab Saudi kepada nasabah inspirasi ini merupakan upaya BTPN Syariah wujudkan mimpi nasabahnya.

“Jadi, kami ada survei secara nasional kepada nasabah. Mimpi apa yang mau diwujudkan kalau, nasabah kami usaha bisnisnya sukses. Karena susah mendefinisikan mimpi itu. Nah, kami minta nasabah memilih gambar saja," katanya. 

"Ada tiga gambar sebuah mimpi yang dipilih nasabah kami. Pertama, gambar ada ibu foto bersama anak mengenakan toga sarjana perguruan tinggi. Kedua, gambar ada toko yang bagus dan besar. Nah, ketiga, paling banyak gambar Mekkah. Gambar itu dipegang dan diletakan ke dada dan diresapi,” kata Ainul jelasnya. 

Saat ini, BTPN Syari'ah telah memiliki 2800 sentra pembiayaan ultra mikro di Kaltim. Jumlah itu meliputi 103 Kecamatan. Dengan total kredit yang telah disalurkan 76 miliar. Sedangkan, nasabah BTPN Syariah di Kaltim telah mencapai 28 ribu nasabah. (myn)

Editor : izak-Indra Zakaria