SAMARINDA - Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan untuk mendukung suksesnya usaha perkebunan adalah bibit atau benih unggul. Dinas Perkebunan menyadari itu dan tengah menyediakan benih unggul bermutu untuk perkebunan rakyat. Terdiri dari benih kelapa sawit 20 ribu, aren 10 ribu, pala 15 ribu, dan kakao 5.000.
Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ahmad Muzakkir mengatakan, Disbun terus mendorong pengembangan bibit unggul. Sebab, benih tanaman yang tak unggul akan mengurangi pendapatan karena produksinya terbilang rendah. Karena itu pihaknya menyiapkan puluhan ribu benih kelapa sawit, pala, kakao, dan aren yang sangat bermutu untuk nantinya dikelola dengan baik oleh pekebun.
Dia mengatakan, pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) mempunyai tugas dan fungsi khusus dalam mempersiapkan komoditas unggulan. Selain itu, kata dia, penyiapan bibit tersebut guna meningkatkan kualitas dari hasil perkebunan. Bila hal ini dikelola dengan baik, maka mampu mencapai target pendapat asli daerah (PAD).
“Kami memiliki UPTD yang mempersiapkan bibit atau benih unggul komoditas unggulan. Tujuannya agar dapat meningkatkan produktivitas perkebunan yang berkualitas, dan juga menghasilkan PAD yang setiap tahun ditargetkan,” katanya, Jumat (10/11).
Selain itu, hal ini juga untuk pelestarian keberlangsungan sumber daya genetik atau plasma nutfah tanaman perkebunan. Tentunya ini menjadi salah satu langkah yang bisa menekan inflasi di Kaltim. Sebelumnya, Dinas Perkebunan Kaltim telah melakukan pemantauan ke lokasi bibit, di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, guna memastikan kesiapan bibit unggul tersebut.
Hal ini rutin dilakukan untuk memastikan kesiapan benih unggul di UPTD terkait. “Dengan upaya Dinas Perkebunan ini, kita harapkan benar-benar dapat mendongkrak perekonomian Kaltim. Selain itu, kita ingin menjadikan masyarakat senang dan lebih progres untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas. Dinas Perkebunan akan mendorong dan membantu agar perkebunan di Kaltim maju,” pungkasnya. (ndu/k15)
Catur Maiyulinda
@caturmaiyulinda
Editor : izak-Indra Zakaria