Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tahun Ini Target SKK Migas, Eksplorasi 50 Sumur Migas

Indra Zakaria • Sabtu, 27 Januari 2024 - 16:37 WIB
ilustrasi
ilustrasi

 

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong setiap temuan baru agar segera dilakukan plan of development (POD). Cara itu sebagai langkah untuk mengganti cadangan yang diproduksikan.

Pun sejak 2018 atau selama enam tahun berturut-turut, SKK Migas berhasil menjaga reserve replacement ratio (RRR) di atas angka 100 persen, yang menambah usia cadangan migas.

Tahun lalu, SKK Migas berhasil mendapatkan angka RRR sebesar 124 persen, dengan penambahan cadangan sebesar 705,91 juta setara minyak/MMBOE dengan rencana investasi mencapai USD 12,9 miliar.

Adapun tahun ini, SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) telah menyepakati target investasi eksplorasi sebesar USD 1,8 miliar atau meningkat 200 persen dibandingkan realisasi investasi eksplorasi 2023 yang sebesar USD 0,9 miliar.

Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara mengungkapkan, dimulai tahun lalu telah dilakukan pergeseran target eksplorasi dengan prospek yang ditargetkan semakin besar. Yakni klasifikasi penemuan eksplorasi di rentang 100 hingga 500 MMBOE.

SKK Migas bersyukur, tahun lalu berhasil mendapatkan total penemuan sumber daya sebesar 1.711,77 MMBOE atau yang terbesar selama 23 tahun terakhir atau sejak penemuan di Lapangan Abadi tahun 2000 lalu. Dengan success ratio pemboran sumur eksplorasi mencapai 54 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia.

“Untuk tahun ini, prospek yang ditargetkan lebih besar lagi. Yakni di atas 500 MMBOE. Sehingga, pemboran sumur eksplorasi tahun ini akan berada di area-area baru maupun laut dalam,” ungkap Benny.

Dia menyampaikan, target investasi eksplorasi sebesar USD 1,8 miliar diperuntukkan bagi pemboran 50 sumur eksplorasi atau meningkat sekitar 31 persen dari realisasi pemboran sumur eksplorasi tahun 2023 yang sebanyak 38 sumur. Kinerja pemboran sumur eksplorasi dikatakan olehnya terus meningkat dalam empat tahun terakhir.

“Jika tahun 2020 jumlah pemboran sumur eksplorasi sebanyak 28 sumur. Maka tahun 2023 meningkat mencapai 38 sumur yang adalah angka terbanyak sejak 2017. Tahun 2024, SKK Migas dan KKKS lebih masif lagi dalam program pemboran sumur eksplorasi,” kata Benny.

Begitu pula investasi eksplorasi terus meningkat, dengan adanya penemuan big fish-giant dan laut dalam. Dia menekankan, aktivitas dan investasi eksplorasi akan lebih diagresifkan lagi tahun ini.

“Selain investasi yang masif, untuk mendapatkan giant discovery, maka target eksplorasi harus shifting dari small-medium ke medium-large,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Benny menuturkan, potensi hulu migas saat ini ada di laut dalam. Maka SKK Migas terus mendorong investasi eksplorasi di laut dalam. Di mana, pada 2023, setelah upaya kerja keras SKK Migas dan KKKS berhasil menghasilkan dua giant discovery di laut dalam. Yakni Geng North yang berada di Kaltim dan Layaran-1 di South Andaman lepas pantai Sumatra Utara.

Namun, ucap dia, risiko pemboran di laut dalam sangat tinggi. Maka, perhitungan yang cermat dan eksekusi tepat menjadi salah satu kunci agar pemboran di laut dalam bisa berjalan sesuai rencana dan menghasilkan temuan.

Dia menunjukkan betapa besarnya biaya pemboran di laut dalam. Di antaranya pemboran di Geng North oleh pihak ENI mesti menggelontorkan biaya hingga USD 100 juta untuk satu sumur, atau setara Rp 1,5 triliun. Sedangkan, Mubadala Energy menginvestasikan USD 93,5 juta atau setara Rp 1,4 triliun.

“Diperlukan dukungan dan kemudahan dari berbagai pihak, agar program pemboran eksplorasi di laut dalam berjalan baik dan menghasilkan temuan. Termasuk dukungan fiskal dan insentif agar memacu investor melakukan eksplorasi juga terus kami harapkan,” pungkasnya. (rom/k15/jnr)

 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim