Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jasa Penukaran Uang Tidak Resmi Menjamur di Samarinda

Raden Roro Mira Budi Asih • 2024-04-08 21:00:00
MENJAMUR: Mendekati Lebaran, penyedia jasa tukar uang baru semakin banyak terlihat. Salah satunya di sisi Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.
MENJAMUR: Mendekati Lebaran, penyedia jasa tukar uang baru semakin banyak terlihat. Salah satunya di sisi Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.

SAMARINDA – Di media sosial, beberapa masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapat penukaran uang baru secara resmi lewat bank. Diungkapkan jika beberapa kali coba antre di bank, malah kehabisan. Banyak dari mereka akhirnya mencari jasa penukaran uang baru alternatif.

Salah satunya Diana, warga Loa Bakung ini sudah sejak 3 April lalu menyambangi beberapa bank. Jawaban sama dia dapat, sudah tak terima penukaran uang baru karena sudah habis. “Punya kenalan teman di bank juga jawabannya sama. Mereka juga cuma kebagian jatah sedikit. Kayaknya tahun ini memang lebih susah dibanding tahun lalu,” sebutnya.

Dia pun mencari jasa penukaran uang baru lewat media sosial. Ternyata banyak jasa serupa menjamur khususnya di Facebook. Diakui jika “jasa” tukar yang ditawarkan beragam. Mulai Rp 10-200 ribu. Untuk 100 lembar pecahan Rp 2 ribu, Diana harus membayar Rp 210 ribu termasuk jasa.

“Kemarin saudara ikut tukar pecahan Rp 50 ribu 100 lembar, biaya jasanya Rp 200 ribu. Ya lumayan jasanya, daripada enggak dapat. Membantu banget sih walau ada jasanya. Tapi daripada antre di bank lama tapi kehabisan,” bebernya.

Salah satu titik penukaran uang baru di Samarinda lazim dijumpai yakni sepanjang Jalan Slamet Riyadi (tepian). Dengan bermodalkan meja kecil, payung hingga etalase untuk memajang pecahan uang baru. Dari pantauan media ini pada Minggu (7/4) lalu, beberapa pengendara juga tampak berhenti untuk bertransaksi.

Sofia, salah satu penyedia jasa mengaku sudah mendirikan lapak sejak awal April. Dia biasanya akan stand by sejak sore hingga malam. Diakui antusias tahun ini begitu tinggi. Keluhan masyarakat karena kesulitan mendapat pecahan baru lewat bank adalah peluang baginya.

“Sehari paling biasanya dapat Rp 500 ribuan. Biasanya dekat-dekat Lebaran sampai H-1 itu yang ramai banget. Aku juga tawarkan di Facebook, nah kalau di Facebook ini harganya enggak sama kayak di sini. Biasanya aku kasih harga jasa lebih murah, karena mereka datang sendiri ke rumah,” paparnya.

Dijelaskan jika Sofia mendapat stok pecahan uang baru itu sudah sejak lama. Beberapa bulan sebelum Ramadan dia rajin menukar uang ke berbagai bank. Saudaranya juga membantu untuk menukar uang baru. “Soalnya sudah sejak 2022 coba jasa tukar uang baru. Ternyata lumayan juga walau musiman. Bisa buat tambah-tambah keperluan Lebaran,” lanjutnya.

Terkait penertiban oleh pihak terkait, dikatakan jika sudah beberapa kali. Biasanya waktu sore Satpol PP akan menyambangi berbagai lapak penyedia jasa serupa di tepian. Namun, dia sudah berjaga-jaga. Jika dari kejauhan melihat rombongan petugas hendak datang, dia akan segera membereskan lapaknya.

Hal itu juga sesuai dengan arahan wali kota Samarinda lewat Surat Edaran dengan Nomor 300/0671/011.04 tentang Larangan Pemasangan Gerai Zakat dan Penukaran Uang Lebaran. Masyarakat tidak diperkenankan menukar uang selain di tempat resmi.

Bagian dari menghindari kerugian dan pencegahan peredaran uang palsu, minimalisasi tindak kejahatan hingga ketertiban. Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda menindak dan menertibkan lewat Satpol PP. Diakui Sofia jika biasanya mereka hanya diberi nasihat dan imbauan. (ndu)

RADEN RORO MIRA

@rdnrrmr

Editor : Indra Zakaria
#penukaran uang