Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ceruk Pasar Terbuka, saatnya Ambil Keputusan di Bisnis Properti

Indra Nuswantoro • 2024-04-15 09:18:41

 

Salah satu investasi yang sangat digemari dan menguntungkan adalah properti. Investasi properti paling digemari, yaitu dalam bentuk perumahan karena dianggap lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Salah satu investasi yang sangat digemari dan menguntungkan adalah properti. Investasi properti paling digemari, yaitu dalam bentuk perumahan karena dianggap lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
 

 

Properti adalah aset berupa tanah dan bangunan, serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tanah dan bangunan tersebut. Bentuknya bisa berupa bangunan horizontal atau vertikal. Yang digunakan sebagai hunian, tempat usaha atau kebutuhan lainnya.

 

DITETAPKANNYA Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara jelas membawa banyak dampak positif. Salah satunya sektor properti. Untuk jangka pendek apalagi jangka panjang bisnis properti diyakini akan melesat.

Tak heran jika pengembang berlomba-lomba membangun perumahan, terutama di daerah penyangga ibu kota, seperti Balikpapan dan Samarinda. Apalagi ceruk pasar masih terbuka lebar, membuat bisnis properti seperti tak ada matinya.

Memang jika merujuk pasar global, sektor properti menunjukkan tren negatif. Hanya saja kondisi tersebut tidak memengaruhi kinerja dalam negeri. Karena pasar properti nasional masih relatif “tradisional” dan belum terkoneksi dengan instrumen keuangan internasional.

Relasi korporasi properti di Indonesia dengan korporasi offshore juga masih terbatas. Sehingga krisis keuangan korporasi properti di luar negeri, seperti yang terjadi di Tiongkok, sejauh ini tidak berdampak bagi korporasi properti Indonesia.

Secara umum, perkembangan properti di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian domestik dan intervensi kebijakan dari otoritas. Misalnya, pemerintah mengeluarkan insentif fiskal berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN-DTP) bagi pembelian rumah pertama untuk harga rumah sampai Rp 2 miliar, yang berakhir pada September 2022.

Kemudian, BI juga menerbitkan kebijakan makroprudensial berupa pelonggaran loan to value (LTV) hingga 100 persen. Kebijakan pelonggaran LTV ini masih berlaku hingga sekarang.

Sejak November 2023 lalu, pemerintah kembali mengeluarkan insentif fiskal serupa. Bahkan, cakupan insentifnya diperluas, yaitu terhadap pembelian rumah pertama seharga sampai dengan Rp 5 miliar, namun PPN yang ditanggung pemerintah adalah untuk nilai pembelian maksimal sebesar Rp 2 miliar per unit. Kebijakan tersebut berlaku hingga Desember 2024.

Faktor-faktor lain yang diperkirakan turut menjadi pendorong bagi peningkatan kinerja sektor properti pada 2024 ini adalah kenaikan permintaan dari end user, khususnya pada proyek perumahan tapak serta tingkat suku bunga KPR yang diperkirakan akan tetap lebih rendah dibanding sebelum pandemi.

Potensi bagi bisnis properti ke depan masih relatif besar. Saat ini, angka backlog perumahan mencapai 9,9 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Kemudian, setiap tahun diperkirakan sebanyak 700 ribu - 800 ribu keluarga baru yang tentunya juga membutuhkan hunian.

Setidaknya, sebanyak 2 juta rumah yang diperkirakan akan dibangun setiap tahunnya. Di tengah tingginya potensi bisnis properti tersebut, tantangannya juga cukup banyak. Ketersediaan lahan dengan harga yang terjangkau menjadi salah satu tantangan yang terbesar.

Selain itu, ketersediaan dana murah yang match dengan karakteristik pembiayaan perumahan juga menjadi hambatan tersendiri bagi upaya penyediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat. Di sisi lain, juga memiliki keterbatasan jumlah pengembang yang memiliki kualifikasi untuk menjadi mitra bisnis bagi pemerintah dan bank penyedia kredit.

Dilihat dari karakteristiknya, properti memiliki tujuh klaster. Pertama, kompleksitas hukum. Properti memang tidak dapat lepas dari masalah hukum yang kompleks. Sebab, properti terkait dengan hak yang melekat pada tanah dan bangunan serta sangat dipengaruhi oleh regulasi yang berlaku di tempat lokasi properti itu berada.

Kedua, aset tak dapat bergerak. Secara fisik, properti adalah tanah dan bangunan yang berada di atas tanah, yang memiliki keunikan karena tidak biasa bergerak dan tidak biasa dicuri. Dengan demikian, lokasi sangat menentukan strategis atau tidaknya properti tersebut.

Karena properti tidak bergerak, maka faktor penggerak nilai, harga, prospek, dan masa depan properti adalah kegiatan manusia, budaya, dan jumlah uang yang beredar di lokasi tersebut.

Ketiga, bersifat lokal. Bentuk properti yang berupa tanah dan bangunan, membuatnya tidak bergerak dan bersifat lokal, artinya sebuah properti terikat erat dengan lokasinya. Dua lokasi yang berbeda pasti memiliki akses, fasilitas, infrastruktur, utilitas, ciri budaya, tingkat pendidikan, dan gaya hidup masyarakat yang berbeda pula.

Keempat, karakter beragam. Setiap lokasi properti sangat unik. Setiap lokasi pasti memiliki perbedaan letak, posisi, elevasi, kemiringan atau arah hadap. Ini yang membuat properti memiliki sifat beragam.

Kelima, kelangkaan. Kebutuhan perumahan tempat tinggal kian bertambah, namun tanah relatif tetap. Hal ini yang menyebabkan tanah merupakan barang yang bersifat langka. Kelangkaan ini menyebabkan nilai sebidang tanah akan terus meningkat. Sifat kelangkaan akan lebih terasa di pusat kota.

Keenam, bertahan lama. Sifat properti yang memiliki daya tahan tinggi menjadi salah satu pembeda investasi properti dengan investasi lain, seperti saham dan obligasi. Sifat tahan lama ini membuat properti menjadi instrumen investasi yang bersifat jangka panjang.

Ketujuh, tidak dapat dibagi. Tanah tidak dapat dibeli dalam satuan-satuan kecil. Ada jumlah minimal yang harus dipenuhi agar sebuah produk properti memenuhi unsur legalitas dan standar kelayakan. Sifat properti yang sulit dibagi menjadi satuan-satuan kecil, membuat properti menjadi produk yang bernilai tinggi.

Nah, bagi yang tertarik memiliki properti, atau bahkan ingin mencari cuan dari bisnis properti, jangan ditunda-tunda lagi, mengingat banyak keuntungan yang bisa didapat. Misalnya, kebal pada inflasi. Adanya inflasi dalam perekonomian tak akan memengaruhi nilai dari sebuah properti. Hal inilah yang pada akhirnya menguntungkan dalam bidang bisnis properti. Bahkan, kemungkinan besar bisnis yang dijalankan tidak akan terganggu dengan adanya inflasi tersebut.

Keuntungan lainnya, semakin strategis lokasi properti maka harganya pun akan semakin tinggi. Walaupun dijual dengan harga yang tinggi, kebutuhan bangunan/tanah di lokasi strategis akan selalu menjadi rebutan banyak orang, terutama para pebisnis.

Harga properti yang terus naik. Tak heran jika bisnis di bidang properti selalu diminati oleh banyak orang dan selalu membuat tertarik setiap pelaku bisnis di Indonesia. Nilai jual properti biasanya memang selalu stabil. Maka kerugian kemungkinannya kecil.

Jika memiliki properti seperti vila, maka jangan dibiarkan begitu saja, karena bisa menyewakan pada orang-orang yang ingin berlibur. Kalau pun tidak ada yang menyewa, masih bisa dinikmati bersama keluarga ketika liburan.

Ketika memiliki sebuah properti yang disewakan maka hal ini sangat menguntungkan. Karena akan memperoleh penghasilan setiap bulan/tahunnya dari uang sewa secara tetap.

Properti juga memiliki banyak sekali manfaat dalam berbagai bidang kehidupan. Apalagi jika didukung dengan perekonomian global saat ini yang semakin maju, sehingga bidang properti ini semakin diagungkan oleh banyak orang.

Properti bisa dijadikan sebagai jaminan atau agunan ke bank. Dibanding dengan harta lainnya, agunan properti sangat dipertimbangkan oleh bank karena nilainya yang tinggi. Maka jangan ragu untuk berinvestasi atau berbisnis properti sekarang juga. (ind/k15)

 

 

Editor : Indra Zakaria
#properti #Bisnis Kaltim