Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Harga Bapok di Kutim Masih Melambung, Daun Bawang “Bersaing” dengan Daging Sapi 

Indra Zakaria • 2024-04-18 08:49:46

MASIH MAHAL: Jual beli bahan pokok di Pasar Tradisional Sangatta Selatan.
MASIH MAHAL: Jual beli bahan pokok di Pasar Tradisional Sangatta Selatan.
 

 

SANGATTA–Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah telah berlalu, namun harga komoditas bahan pokok (bapok) di sejumlah di Pasar Tradisional Sangatta masih melambung. Salah satunya harga daun bawang yang biasa dibanderol Rp 38 ribu per kilogram, kini masih mencapai Rp 130 ribu per kilogram.

Kenaikan harga itu cukup signifikan sejak sepekan sebelum Lebaran. Bahkan hingga kini belum mengalami penurunan. Harga daun bawang menjadi keluhan di kalangan ibu-ibu.

"Tidak masuk akal. Harga daun bawang hampir sama dengan daging sapi, biasanya tidak sampai Rp 50 ribu, ini naik hampir tiga kali lipat," ujar seorang ibu saat berbelanja di Pasar Sangatta Selatan.

Diketahui, harga daging sapi juga ikut merangkak naik, jika normalnya daging sapi dibanderol Rp 150 ribu per kilogram, jelang Lebaran melonjak menjadi Rp 180 ribu per kilogram. Begitu pula dengan tulang sapi yang biasa dijual sekira Rp 80 ribu per kilogram, menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

Namun hingga sepekan pasca-Lebaran, harga itu belum mencapai harga normal, hanya mengalami penurunan di angka Rp 160 ribu per kilogram.

"Ini kan sudah seminggu habis Lebaran, mungkin karena lanjut lagi Lebaran ketupat, makanya harganya belum normal, masih tetap mahal. Mau bagaimana lagi, yang penting ada tetap saya beli," keluhnya.

Kenaikan harga itu juga meliputi tingginya harga jual beras medium mencapai Rp 17 ribu per kilogram, sedangkan untuk beras premium mencapai Rp 18 ribu per kilogram.

Mengacu pada data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, sejumlah komoditas memang sempat mengalami kenaikan saat Ramadan. Plt Kepala Disperindag Kutim Andi Nurhadi Putra melalui stafnya Yusuf, menyebut sejumlah bapok mengalami penurunan. Salah satunya cabai.

"Saat ini, cabai rawit merah terpantau mengalami penurunan yang mencapai Rp 50 ribu per kilogram, padahal sebelumnya sempat di harga Rp 70 ribu per kilogram," ungkapnya.

Di Pasar Induk Sangatta Utara, lanjut ia, sejumlah kebutuhan komoditas lain juga ikut turun, seperti harga bawang putih dan cabai merah. Kendati demikian, ia memastikan stok kebutuhan bapok tersebut dipastikan aman. "Tetapi kami pastikan stok sembako di Sangatta aman," tegasnya. (la/kri/k8)

Editor : Indra Zakaria
#kutim