Prokal.co, Sejumlah investor dari tingkat nasional hingga internasional terus 'meneropong' potensi untuk berinvestasi di Kalimantan Utara (Kaltara). Baru-baru ini yang menyatakan tertarik berinvestasi di Kaltara adalah investor Singapura.
Lokus target investasi yang ingin disasar adalah wilayah Desa Tanah Kuning dan Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Jika sesuai rencana, investor Singapura ini akan membangun hotel di daerah tersebut.
Rencana ini berangkat dari adanya potensi wisata pantai yang sejak lama sudah ada di daerah itu. Tak hanya itu, pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di daerah tersebut juga memberikan peluang besar untuk investasi perhotelan.
Hal itu disampaikan Penatakelola Penanaman Modal Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
"Rencana pembangunan hotel ini masih dalam tahap penjajakan dan survei lokasi. Ada beberapa pilihan lokasi yang sedang disurvei saat ini, karena tentu investor juga akan melihat prospek yang paling bagus," ujar Rahman.
Harapannya, pesona pantainya yang cukup memikat minat wisatawan ini dapat menjadi destinasi wisata unggulan di provinsi ke-34 Indonesia ini. Jika ingin membangun hotel di wilayah pantai, tentu Tanah Kuning dan Mangkupadi menjadi lokasi yang sangat ideal.
"Kalau dari kita tentu akan sangat mendukung, di antaranya dengan berupaya untuk memastikan ketersediaan semua aspek, mulai dari akses hingga keamanan wilayah," tuturnya.
Rahman menyebutkan, proses penjajakan yang dilakukan saat ini merupakan hasil komunikasi intensif yang terus dilakukan Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang saat menghadiri kegiatan di Bali beberapa waktu lalu.
"Potensi yang dimiliki Kaltara dipaparkan Pak Gubernur di acara tersebut dan alhamdulillah itu berhasil menarik minat sejumlah investor untuk berinvestasi di Kaltara ini," sebutnya.
Adapun nilai investasi ini belum disampaikan secara resmi oleh investor. Hanya saja, estimasi awal untuk investasi tersebut mencapai kurang lebih USD 500 juta. Tentu ini akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa untuk Kaltara.
Pastinya, pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara akan sangat mendukung semua proses yang ada, mulai dari perizinan, keamanan, hingga hal-hal lainnya.
"Kita akan mendorong percepatan proses yang dilakukan pada proyek ini dengan tetap mengingatkan untuk memperhatikan aturan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Indra ZakariaSumber : Radar Tarakan