Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat AgenBRILink: Solusi Ekonomi Inklusif di Tengah Pengurangan Jumlah Kantor

Rahman Hakim • 2024-11-08 12:14:19
Photo
Photo

PROKAL.CO, Dalam langkah strategis menuju inklusi keuangan yang lebih luas, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) melakukan transformasi dengan mengurangi jumlah kantornya dan mengalihkan sebagian layanan perbankan ke AgenBRILink.

Hingga September 2024, jumlah kantor BRI berkurang menjadi 7.594 unit dari sebelumnya 9.030 pada tahun 2020.

Kebijakan ini merupakan bagian dari BRIvolution 2.0, yang berfokus pada inklusi keuangan dengan pendekatan sharing economy melalui pemberdayaan AgenBRILink.

Transformasi BRIvolution 2.0: Inklusi Keuangan Sebagai Prioritas Utama

Direktur Utama BRI, Sunarso, menyatakan bahwa transformasi ini bertujuan untuk menjadikan BRI sebagai The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia dan Champion of Financial Inclusion.

Langkah pengurangan kantor BRI dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam layanan keuangan dengan memperluas jangkauan layanan BRI melalui AgenBRILink.

"Pengurangan kantor dilakukan demi meningkatkan inklusi keuangan. AgenBRILink berperan penting dalam menciptakan sharing economy yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi secara inklusif," ujar Sunarso pada sesi Money Talks Power Lunch CNBC Indonesia.

AgenBRILink: Solusi Inklusif untuk Masyarakat yang Membutuhkan Layanan Fisik

Meskipun era digitalisasi kian berkembang, riset BRI menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih lebih nyaman dengan layanan perbankan fisik, terutama di daerah yang jauh dari kantor cabang.

Banyak masyarakat yang lebih memilih transaksi melalui agen yang mudah diakses, seperti warung dan toko kelontong.

AgenBRILink, yang kini mencapai 1,022 juta agen di seluruh Indonesia, menawarkan layanan layaknya kantor cabang BRI dalam skala yang lebih kecil dan dekat dengan masyarakat.

Sunarso menekankan bahwa pendekatan ini dapat menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan formal, terutama di daerah pedesaan dan wilayah terpencil.

Pertumbuhan dan Kontribusi Ekonomi dari AgenBRILink

Pertumbuhan AgenBRILink tidak hanya mendukung inklusi keuangan, tetapi juga berkontribusi pada pendapatan perusahaan.

Pada tahun 2023, BRI mendapatkan fee sebesar Rp1,5 triliun dari layanan AgenBRILink, sementara agen-agen tersebut mendapatkan penghasilan sekitar dua kali lipat dari jumlah fee yang diterima BRI.

Dengan volume transaksi yang mencapai Rp1.427 triliun pada 2023 dan Rp1.170 triliun hingga September 2024, AgenBRILink membuktikan pentingnya layanan ini dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan di Indonesia.

Keunggulan AgenBRILink: Menjangkau Wilayah Lebih Luas dengan Biaya Lebih Terjangkau

AgenBRILink memiliki peran penting dalam menjangkau wilayah yang tidak terlayani oleh bank secara formal.

Melalui agen-agen ini, BRI mampu memperluas layanan keuangan dengan biaya yang lebih rendah dan akses yang lebih mudah bagi masyarakat.

Model bisnis ini tidak hanya memberikan solusi keuangan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan perekonomian lokal dengan memberdayakan pemilik usaha kecil sebagai agen bank.

Dengan transformasi ini, BRI optimis dapat terus meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Perubahan model layanan yang mengutamakan akses mudah dan dekat dengan masyarakat menunjukkan bahwa BRI berkomitmen untuk melayani dengan inovasi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Melalui AgenBRILink, BRI tidak hanya mengakselerasi layanan keuangan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat yang menjadi bagian dari jaringan agen tersebut.

Editor : Rahman Hakim
#sharing economy #bri #bbri #Agen BRILink #branchless banking