Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tanah Bumbu Sumbang Pengangguran Tertinggi di Kalsel

Indra Zakaria • 2025-01-09 09:52:34
BERJEJAL: Pencari kerja memadati area job fair di Tanah Bumbu beberapa waktu lalu. Kegiatan ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran di daerah. (Foto: Disnakertrans Tanah Bumbu untuk Radar Banj
BERJEJAL: Pencari kerja memadati area job fair di Tanah Bumbu beberapa waktu lalu. Kegiatan ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran di daerah. (Foto: Disnakertrans Tanah Bumbu untuk Radar Banj

 

Angka pengangguran di Tanah Bumbu masih tinggi. Saban tahun, kabupaten kaya akan tambang batu bara ini selalu masuk tiga besar penyumbang pengangguran tertinggi di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Tanah Bumbu mencapai 6,37 persen, tertinggi kedua setelah Banjarmasin yang berada di angka 6,56 persen.

Angka pengangguran di Tanah Bumbu konsisten di kisaran 6 persen sejak 2019, lebih tinggi dibanding rata-rata TPT Kalsel yang berada di 4 persen.

Hamzah (23), warga asal Kecamatan Satui, telah menghabiskan berbulan-bulan mencari pekerjaan di perusahaan formal, namun tak kunjung mendapat hasil. Hamzah baru saja menyelesaikan pendidikannya di salah satu pondok pesantren pada pertengahan 2024 lalu.

Bermodal ijazah SMA, ia berharap dapat bekerja di perusahaan yang menawarkan sistem stabil dengan gaji yang layak. Saat ini, Hamzah bekerja di toko keluarganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Setiap hari saya cek iklan lowongan pekerjaan, tapi kayaknya belum rezeki,” ujarnya, Rabu (8/1).

Menurutnya, masalah utama pencari kerja adalah kurangnya kesempatan dan koneksi untuk bekerja di perusahaan formal. Ia berharap pemerintah dan perusahaan membuka lebih banyak peluang bagi pencari kerja muda. “Terutama yang minim pengalaman,” katanya.

Tingginya pengangguran ini juga sempat disinggung dalam rapat kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanah Bumbu bersama YPPI Ar-Rasyid dan Dinas Pendidikan yang membahas pemberhentian tujuh guru SMP IT di yayasan tersebut, pada Selasa (7/1). 

Ketua Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Andi Erwin Prasetya, mengatakan bahwa angka pengangguran di daerah ini termasuk yang tertinggi di Kalsel, meski menjadi tujuan utama investasi perusahaan.

Realisasi penanaman modal di Tanah Bumbu selama Januari—September 2024 tercatat mencapai Rp3,7 triliun. Atau tertinggi kedua di Kalsel, setelah Kabupaten Kotabaru. “Jadi sebetulnya ada apa? Ini menjadi tugas kita bersama,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tanah Bumbu, Kadri Mandar, menjelaskan bahwa ketidakseimbangan antara pencari kerja dan pemberi kerja menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran.  Menurutnya, pengangguran terbesar di Tanah Bumbu berasal dari lulusan SMA dan pendatang dari luar daerah. 

“Pengangguran ini kan tanggung jawab bersama,” kata Kadri.

Ia mengatakan, disnakertrans telah melaksanakan berbagai pelatihan untuk mengurangi angka pengangguran, seperti pelatihan menjahit, pangkas rambut, desain grafis, dan lainnya.

Mereka yang mengikuti pelatihan tersebut juga dimonitor untuk memastikan keberlanjutan hasil pelatihan dan penerapan keterampilan yang telah diperoleh. “Jadi mereka cepat juga membuat usaha mandiri,” jelasnya. (*)

 

Editor : Indra Zakaria