Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dukung Ekonomi Nasional, BRI Bagikan Dividen Interim Rp20,33 Triliun

Rahman Hakim • Jumat, 17 Januari 2025 - 16:46 WIB
Photo
Photo

PROKAL.CO, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) kembali mencuri perhatian dengan keputusan strategis membayarkan dividen interim sebesar Rp20,33 triliun.

Dividen ini menjadi sinyal kuat dari kinerja keuangan yang solid sekaligus bentuk nyata kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional.

Apa saja dampak positif dari langkah ini, dan bagaimana BRI memastikan keberlanjutan perannya dalam perekonomian Indonesia? Mari kita ulas lebih lanjut.

BRI dan Pembayaran Dividen Interim yang Spektakuler

BRI menetapkan pembayaran dividen interim Rp20,33 triliun berdasarkan kinerja keuangan hingga September 2024, yang mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp45,36 triliun.

Dengan kepemilikan saham sebesar 53,51% oleh negara, pemerintah Indonesia menerima Rp10,88 triliun dari total dividen tersebut, sementara pemegang saham publik menerima Rp9,45 triliun.

Sunarso, Direktur Utama BRI, menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari tanggung jawab perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Sebagai BUMN, kami memiliki kewajiban untuk berkontribusi kepada negara melalui dividen. Namun lebih dari itu, ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk mendukung pembangunan nasional,” ujar Sunarso dalam wawancara eksklusif.

Mengapa Pembayaran Dividen Penting bagi Negara?

Pembayaran dividen interim oleh BRI memiliki dampak langsung terhadap anggaran negara. Dividen ini menjadi salah satu sumber pendapatan non-pajak yang digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam wawancara dengan ekonom senior, Dr. Arya Pradipta, ia menjelaskan pentingnya langkah ini.

“Dividen yang disetorkan BUMN seperti BRI adalah salah satu bentuk redistribusi keuntungan kepada masyarakat. Dana tersebut dialokasikan untuk program-program strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Kinerja Keuangan yang Mendukung Dividen

Keberhasilan BRI membayarkan dividen sebesar ini tak lepas dari kinerja keuangannya yang cemerlang.

Rasio kecukupan modal (CAR) BRI mencapai 26,76% per September 2024, sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) tetap sehat di level 89,18%.

“Modal yang kuat dan likuiditas yang memadai adalah kunci bagi kami untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, termasuk melalui dividen,” tambah Sunarso.

Pembayaran dividen interim oleh BRI tidak hanya menguntungkan pemerintah dan pemegang saham, tetapi juga memberikan sinyal positif kepada pasar modal.

Langkah ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus terus mencetak laba.

Analis pasar modal, Reza Maulana, menyatakan bahwa pembayaran dividen interim yang besar menunjukkan konsistensi BRI dalam memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi investor.

“Ini meningkatkan daya tarik saham BRI di pasar, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan ini memiliki fundamental yang kokoh,” ujarnya.

Strategi Berkelanjutan BRI

Selain membayarkan dividen, BRI terus memperkuat posisinya sebagai bank yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Transformasi digital yang diusung melalui platform seperti BRImo dan penguatan layanan untuk pelaku UMKM menjadi bukti komitmen BRI terhadap inklusi keuangan.

Menurut Sunarso, transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

“Kami percaya, inklusi keuangan adalah salah satu pilar penting untuk menciptakan kesejahteraan yang merata,” tutupnya.

Editor : Rahman Hakim
#penerimaan #bri #Negara #bbri #pemegang saham #deviden interim