Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mantap, Ikan Kerapu Asal Berau Masuk Pasar Hong Kong, Segini yang Diekspor Tahun Lalu  

Faroq Zamzami • 2025-01-23 09:00:19
DIEKSPOR: Ratusan ton ikan kerapu Berau berhasil diekspor ke Hong Kong secara rutin sejak 2021.
DIEKSPOR: Ratusan ton ikan kerapu Berau berhasil diekspor ke Hong Kong secara rutin sejak 2021.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan (Diskan) Berau berhasil mencatat ekspor ikan kerapu yang signifikan pada 2024. Yakni, 133 ton dalam 12 kali pengiriman. Tujuannya Hong Kong. Ekspor ikan kerapu asal Berau ini sudah diekspor ke Hong Kong sejak 2021.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Warji, mengungkapkan meskipun ada sedikit penurunan dibandingkan 2023 yang mencapai 143 ton dengan 12 kali pengiriman, hasil ekspor kerapu Berau tetap menunjukkan performa yang baik.

 Baca Juga: Tahun Baru Super Seru, Fazzio dan Filano Siap Menemani Hari-harimu

Sebelumnya, pada 2022 ekspor kerapu tercatat sebesar 88 ton dengan 10 kali pengiriman. Pada tahun 2021 ada 90 ton dengan sembilan kali pengiriman.

"Untuk tahun 2025 ini, ekspor kerapu sudah dilakukan satu kali dengan total sekitar 10 ton," ungkapnya.

Ekspor kerapu dilakukan dengan tujuan utama Hong Kong, sebagai salah satu pasar terbesar untuk produk perikanan asal Indonesia.

Proses ekspor dilakukan melalui jalur laut, menggunakan kapal besar berkapasitas 300 GT yang berlabuh di perairan Kampung Teluk Alulu, Kecamatan Maratua.

Dijelaskan Warji, pihaknya selalu mengawasi setiap langkah dalam proses ekspor ini dengan ketat. Mulai dari memastikan kapal yang datang dalam keadaan kosong.

Hingga pemeriksaan dokumen resmi yang lengkap, barulah kapal boleh mengambil kerapu di keramba di Maratua. 

 Baca Juga: Viral Siswa-Siswi SMPN 39 Surabaya Tidur Siang di Sekolah: Seberapa Penting dan Apa Manfaatnya untuk Anak?

"Proses ini kami awasi hingga selesai, dan dokumen akan diperiksa kembali sebelum kapal kembali ke negara asal," ujarnya.

Lanjutnya, Pulau Maratua tidak hanya sebagai penghasil kerapu, tetapi juga sebagai pusat penampung kerapu dari beberapa kampung lain. Seperti Balikukup, Tanjung Batu, dan Pulau Derawan. 

"Sekitar sekali setiap bulan, kami melakukan ekspor, dengan jumlah kerapu yang dikirimkan bervariasi, mulai dari 5-15 ton per kali pengiriman," sebutnya.

Ada lima jenis kerapu yang diekspor ke Hong Kong. Di antaranya, sunu, macan, lengkung, dan tiger yang diperoleh melalui tangkapan di alam. Serta jenis cantang yang dibudidayakan di Maratua. Proses budidaya kerapu cantang memerlukan waktu sekitar satu tahun untuk mencapai ukuran minimal 1 kilogram.

"Tapi untuk jenis cantang ini memiliki harga lebih rendah, sekitar Rp 100 ribu per kilogram, dibandingkan dengan jenis kerapu lain yang bisa dihargai hingga Rp 300 ribu per kilogram," bebernya.

Pihaknya terus berupaya meningkatkan produksi budidaya kerapu cantang, mengingat potensi tangkapan alam semakin terbatas akibat tingginya tingkat penangkapan oleh nelayan. 

Hal itupun juga mempertimbangkan permintaan pasar yang tinggi terhadap kerapu asal Berau. Sempat beberapa kali ekspor, kerapu jenis cantang tidak ada, karena stoknya habis.

"Kami bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan bantuan kepada kelompok nelayan di Maratua. Setiap tahun, kami mengajukan proposal bantuan untuk pengembangan budidaya kerapu," terangnya.

 Baca Juga: Jadwal Timnas U20 di Turnamen Mandiri U20 Challenge Series 2025 dan Live Streaming

Untuk tahun 2025, Pemprov Kaltim akan memberikan bantuan bibit dan pakan kepada tiga kelompok budidaya kerapu di Maratua. Setiap kelompok akan menerima sekitar 3.000 bibit kerapu jenis cantang.

Dalam waktu satu tahun, bibit ini diperkirakan akan tumbuh menjadi kerapu dengan berat 1-2 kilogram per ekor, dan siap untuk dipasarkan. 

Saat ini terdapat delapan kelompok budidaya kerapu di Maratua, belum termasuk para pengusaha mandiri yang juga aktif berpartisipasi dalam budidaya ini. 

Melalui langkah-langkah ini, pihaknya berharap dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor kerapu, serta mendorong keberlanjutan sektor perikanan di Berau.

"Potensi ekspor ke Hong Kong cukup besar, tapi kemampuan ekspor kita baru segini saja. Kalau kuantitasnya sebulan dua kali justru lebih baik lagi," paparnya 

Sementara itu, Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, menuturkan adanya ekspor ini menurutnya sangat membantu nelayan, karena harga yang ditawarkan cukup menjanjikan.

 Baca Juga: BRI Tingkatkan Dukungan untuk PMI dengan Layanan Keuangan Global dan Inisiatif Strategis

“Kalau tidak ada ekspor, nelayan juga bingung mau jual ke mana. Dan ikan kita sebenarnya bisa mahal kalau dijual ke luar negeri,” bebernya.

Selain kerapu, ada juga komoditas udang windu, udang laut, ikan layur, ikan sidat, yang diekspor menuju Penang dan Tiongkok melalui Balikpapan. Sepanjang tahun 2024 lalu Kabupaten Berau berhasil mengekspor sebanyak 218,1 ton. 

Saat ini hasil laut yang langsung diekspor dari Berau ke luar negeri hanya ikan kerapu. Sedangkan, komoditas lain ada yang melalui Balikpapan, Tarakan, Surabaya dan sebagainya.

Dengan berbagai upaya ini, Yunda berharap dapat terus mengembangkan potensi ekspor perikanan, memperkuat perekonomian lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (*/aja/far)

 

Editor : Faroq Zamzami
#derawan #berau #hong kong #kerapu #ekspor #kaltim