Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Indeks Bisnis UMKM BRI Q1 2025: Pertumbuhan Positif Didukung Momentum Ramadan dan Idulfitri

Rahman Hakim • 2025-06-02 09:50:24

 

Photo
Photo

PROKAL.CO, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali merilis hasil Survei Indeks Bisnis UMKM untuk kuartal I 2025 serta proyeksi untuk kuartal II.

Hasilnya menunjukkan geliat positif pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan tren pertumbuhan yang tetap solid meski di tengah sejumlah tantangan ekonomi.

Indeks Bisnis UMKM Naik ke 104,3 pada Q1 2025

Indeks Bisnis UMKM yang diterbitkan oleh BRI Research Institute menunjukkan angka 104,3 pada Triwulan I/2025.

Ini merupakan peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya (102,1) maupun periode yang sama tahun lalu (102,9).

Kinerja ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM masih terus bertumbuh secara aktif, terutama ditopang oleh peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.

Kenaikan indeks ini terutama didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, transportasi, dan jasa lainnya.

Momentum libur keagamaan turut meningkatkan daya beli masyarakat melalui penyaluran tunjangan hari raya (THR) dan bantuan sosial. Panen raya juga memperkuat performa sektor pertanian, dengan harga jual yang kompetitif.

Digitalisasi dan Omset Meningkat, Namun Tantangan Masih Ada

Seiring dengan meningkatnya aktivitas usaha, pelaku UMKM juga memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan dan pemanfaatan kanal digital. Penjualan secara online menjadi strategi utama menghadapi persaingan pasar.

Kondisi likuiditas dan rentabilitas UMKM juga membaik selama Q1 2025, ditandai dengan meningkatnya omset.

Meski demikian, kenaikan harga bahan baku masih menjadi tantangan, terutama bagi sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.

Baca Juga: Dukung UMKM, BRI Buka Akses Sertifikasi Halal Gratis di Berbagai Daerah

Secara komponen, hampir semua elemen Indeks Bisnis UMKM mencatat nilai di atas 100, kecuali volume produksi yang berada di level 99,2.

Indeks harga jual mengalami kenaikan tertinggi di angka 116,0, seiring lonjakan harga menjelang Ramadan.

Tren Positif Menyebar di Banyak Sektor, Kecuali Tambang dan Konstruksi

Dari sisi sektoral, sebagian besar sektor mencatatkan ekspansi. Sektor pertanian menunjukkan performa paling menonjol, ditopang oleh hasil panen melimpah dan permintaan yang tinggi.

Sebaliknya, sektor pertambangan, konstruksi, serta hotel dan restoran mencatat kontraksi, dipengaruhi oleh cuaca yang kurang bersahabat dan turunnya permintaan di awal tahun anggaran.

Industri pengolahan dan perdagangan mengalami pertumbuhan signifikan, berkat perbaikan daya beli masyarakat serta panen pangan dan hortikultura yang baik.

Sementara itu, sektor transportasi tumbuh secara moderat karena meningkatnya aktivitas mudik, sedangkan jasa mengalami perlambatan akibat penurunan permintaan selama bulan puasa.

Ekspektasi Q2 2025 Lebih Moderat, Tapi Optimisme Masih Terjaga

Meski Q1 mencatat pertumbuhan yang kuat, ekspektasi pelaku usaha terhadap Q2 2025 menunjukkan moderasi.

Indeks Ekspektasi Bisnis turun menjadi 119,2 dari sebelumnya 120,4. Hal ini dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca-libur lebaran, daya beli konsumen yang belum sepenuhnya pulih, serta naiknya harga input di sektor industri dan konstruksi.

Meski begitu, optimisme terhadap kondisi ekonomi tetap tinggi. Indeks Sentimen Bisnis (ISB) UMKM berada di angka 114,1, dengan Indeks Situasi Sekarang (ISS) naik tipis ke 93,7 dan Indeks Ekspektasi (IE) sedikit terkoreksi menjadi 134,5.

Tingkat Kepercayaan UMKM terhadap Pemerintah Tetap Tinggi

Menariknya, BRI mencatat bahwa pelaku UMKM masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap kemampuan pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM kepada Pemerintah (IKP) tercatat di angka 125,9. Aspek yang paling diapresiasi adalah peran pemerintah dalam menciptakan rasa aman (indeks 144,4) dan penyediaan infrastruktur (137,1).

Namun, stabilitas harga masih menjadi perhatian, dengan indeks terkait berada di angka 111,5.

Survei BRI Libatkan Ribuan Responden di 33 Provinsi

Survei ini dilakukan oleh BRI Research Institute antara 25 Maret hingga 13 April 2025, melibatkan 7.060 pelaku UMKM yang merupakan debitur BRI dari 33 provinsi.

Metodologi yang digunakan adalah stratified systematic random sampling, memastikan representasi merata dari berbagai sektor, skala, dan lokasi usaha.

Survei ini tidak hanya mencerminkan situasi dan proyeksi usaha UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari sistem peringatan dini (Early Warning System) BRI dalam memantau keberlangsungan usaha mitra mereka.

 

Editor : Rahman Hakim
#bri #umkm indonesia #bbri #Indeks Bisnis UMKM #kinerja UMKM #pertumbuhan umkm