Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dorong Industri Hilir, Disperinaker Berharap Ada Pabrik Bubur Kertas Serap Banyak Tenaga Kerja

Redaksi • Kamis, 12 Juni 2025 - 17:15 WIB
Pabrik bubur kertas, PT Phoenix Resources International (PRI).
Pabrik bubur kertas, PT Phoenix Resources International (PRI).

 

TARAKAN - Keberadaan pabrik industri hulu berbasis bubur kertas (pulp) milik PT Phoenix Resource Internasional (PRI) di Kota Tarakan diyakini memberi dampak yang cukup positif terhadap peningkatan lapangan pekerjaan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Tarakan, Agus Sutanto mengungkapkan, pembangunan industri pabrik seperti PT PRI akan berpotensi dalam kontribusi menekan jumlah angka pengangguran.

"Kalau dari perspektif ketenagakerjaan tentu potensinya cukup besar untuk jangka panjang dalam menurunkan angka pengangguran di Tarakan," ujarnya, Rabu (11/6).

Tak hanya pabrik bubur kertas, Agus menjelaskan bahwa Tarakan juga bisa mengembangkan pabrik tersebut ke sektor barang jadinya, dalam hal ini pabrik kertas jadi. "Patut kita dukung industri ini, barang kali kedepannya tidak hanya pulpnya (bubur kertasnya), mudah-mudahan bisa dibuat juga pabrik kertas jadinya (paper mill), karena akan memperluas lapangan pekerjaan," paparnya.

Menurutnya, keberadaan industri hulu di Kota Tarakan bisa dibarengi dengan pengembangan ke sektor industri hilir, sehingga Tarakan memiliki nilai tambah produk dan mengurangi ketergantungan pada pasar luar.

"Kalau dari sisi ekonomi pasti berpengaruh besar dalam hal nilai tambah produk kita, begitupun dalam hal ketenagakerjaan akan memperluas serapan tenaga kerja, mengingat angka pengangguran di Kaltara cukup besar," tambahnya.

Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri hingga saat ini memiliki jumlah pengangguran sebanyak 15.232 (data BPS), sementara Kota Tarakan penyumbang pengangguran terbesar dengan jumlah sekitar 6 ribu jiwa.

Jumlah pencari kerja yang terdaftar resmi adalah sebanyak 1.800 orang, sayangnya kesempatan kerja yang tersedia tidak sebanding dan belum memadai. "Pembangunan pabrik-pabrik dengan regulasi yang tepat akan membantu kita dalam menghadapi tantangan serius di sektor ketenagakerjaan," pungkasnya. (*wld)

 

Editor : Indra Zakaria