BALIKPAPAN – Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan mencatatkan sejarah baru di penghujung tahun 2025. Fasilitas terminal minyak mentah (crude terminal) di Lawe-Lawe, Penajam Paser Utara, sukses melaksanakan pengoperasian perdana dengan pengisian minyak mentah sebanyak 320.000 barel.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kapasitas kilang nasional guna menjamin stabilitas pasokan energi di Indonesia.
Kapal Tanker Raksasa dan Teknologi Bawah Laut
Proses pengisian perdana ini melibatkan kapal tanker raksasa jenis Very Large Crude Carrier (VLCC). Selama periode 24 hingga 29 Desember 2025, kapal tersebut melakukan bongkar muat melalui fasilitas pelampung tambat tunggal atau Single Point Mooring (SPM) yang terletak di Selat Makassar, sekitar 7 mil dari garis pantai.
Minyak mentah tersebut kemudian dipompa menuju Terminal Lawe-Lawe melalui sistem pipa bawah laut raksasa berdiameter 52 inci. Jalur pipa ini membentang sepanjang 13,9 kilometer di lepas pantai dan berlanjut 6,3 kilometer di daratan.
"Kami memulai pengisian perdana sebanyak 320.000 barel dari total kapasitas terminal yang mencapai 1 juta barel. Proses pemompaan dilakukan dengan kecepatan tinggi, yakni 8.000 barel per jam," jelas Humas PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, Kamis (1/1/2026).
Keberhasilan operasional ini merupakan buah sinergi antara PT Kilang Pertamina Balikpapan, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Balikpapan, serta mitra strategis lainnya dalam mengawasi pengaturan sandar hingga pengujian integritas sistem pipa.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, menegaskan bahwa capaian ini adalah bukti nyata kesiapan infrastruktur energi nasional dalam menangani pasokan skala besar.
“Pengisian perdana ini menunjukkan bahwa fasilitas baru kami siap mendukung peningkatan kapasitas kilang dan memperkuat ketahanan energi nasional secara aman dan berkelanjutan,” ujar Bambang.
Selain aspek teknis, momentum pengoperasian perdana ini juga diiringi dengan kegiatan sosial. Sebagai bentuk rasa syukur, pihak perusahaan menggelar doa bersama serta menyalurkan bantuan sosial kepada panti asuhan dan fasilitas pendidikan di wilayah Penajam Paser Utara.
Dengan beroperasinya Terminal Lawe-Lawe, RDMP Balikpapan kini semakin dekat dengan tujuannya untuk menjadi kilang yang lebih kompetitif dan mandiri, sekaligus memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). (*)
Editor : Indra Zakaria