Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Angkat Tenun Modern ke Pasar Global, Kriti by Lusy Manfaatkan Pameran dan Pendampingan BRI

Rahman Hakim • 2026-01-03 12:06:28
Photo
Photo

PROKAL.CO, Indonesia dikenal memiliki kekayaan wastra Nusantara yang sangat beragam, mulai dari batik, tenun, lurik, songket, hingga sasirangan. Namun di tengah perkembangan tren fashion modern, wastra tradisional kerap dianggap kurang praktis untuk dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.

Tantangan inilah yang kemudian menginspirasi lahirnya Kriti by Lusy, sebuah jenama fesyen lokal yang berupaya menghadirkan wastra Nusantara dalam balutan desain modern dan fungsional.

Didirikan oleh Lusy Rachmat pada 2017, UMKM fashion asal Bogor ini mengusung konsep busana wanita berbasis tenun dan lurik dengan sentuhan desain kontemporer.

Kriti by Lusy menghadirkan beragam koleksi seperti atasan, celana, rok, tunik, hingga vest yang dirancang agar mudah dipadupadankan serta relevan digunakan lintas generasi.

Lusy menuturkan bahwa ide awal Kriti by Lusy berangkat dari kegelisahan yang ia temui di lingkar pertemanannya. Banyak perempuan memiliki kain tenun, namun kesulitan memanfaatkannya menjadi busana yang siap pakai. Dari situlah muncul gagasan untuk mengolah kain tradisional menjadi pakaian modern yang tetap mempertahankan nilai estetik dan budaya.

Dalam proses produksinya, Kriti by Lusy tidak hanya mengedepankan kualitas desain, tetapi juga keberpihakan terhadap lingkungan dan komunitas lokal. Lusy melibatkan penjahit di sekitar tempat tinggalnya serta bekerja langsung dengan para pengrajin tenun untuk menjaga mutu bahan.

Demi mempertahankan eksklusivitas produk, jumlah produksi pun dibatasi pada kisaran 100 hingga 200 potong per bulan.

Perjalanan bisnis Kriti by Lusy semakin berkembang sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2018. Melalui ekosistem pemberdayaan UMKM yang dibangun oleh BRI, Lusy mendapatkan berbagai fasilitas pendampingan, mulai dari pelatihan pengembangan usaha, penguatan strategi bisnis, hingga akses pemasaran melalui program Growpreneur by BRI.

“Pendampingan dari BRI sangat membantu saya dalam menata strategi bisnis dan memperluas jaringan pemasaran. Akses pelatihan dan promosi yang diberikan membuat saya lebih percaya diri mengembangkan brand,” ujar Lusy.

Kepercayaan diri tersebut mendorong Kriti by Lusy untuk menjajaki pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Melalui fasilitasi BRI, brand ini berkesempatan mengikuti berbagai pameran di luar negeri, seperti di Malaysia, Singapura, Thailand, hingga China. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkenalkan wastra Nusantara dalam bentuk tenun modern kepada konsumen global.

Upaya tersebut terus berlanjut hingga akhir 2025. Kriti by Lusy tercatat sebagai salah satu UMKM terkurasi BRI yang tampil dalam pameran Wastra Nusantara di SOGO Central Park Jakarta pada November 2025.

Partisipasi ini membuka peluang yang lebih besar bagi brand lokal untuk meningkatkan visibilitas, memperluas basis pelanggan, sekaligus memperkuat kredibilitas produk di pasar fashion nasional.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa BRI secara konsisten berkomitmen mendukung pengembangan UMKM, khususnya di sektor industri kreatif. Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar pelaku UMKM mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

“BRI terus memberikan dukungan bagi UMKM melalui berbagai inisiatif, mulai dari fashion berbasis wastra modern, aksesori etnik, hingga kerajinan tangan. Ke depan, BRI akan terus membuka peluang agar UMKM Indonesia memiliki akses pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri,” jelas Dhanny.

Melalui sinergi antara pelaku UMKM dan BRI, kisah Kriti by Lusy menjadi bukti bahwa wastra Nusantara dapat terus hidup dan berkembang dengan pendekatan desain modern, sekaligus memiliki daya saing di pasar global.

Editor : Rahman Hakim
#bri #bbri #Pemberdayaan Pendampingan UMKM #wastra nusantara