Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

"Tatap Masa Depan Logistik Kaltara: Pelindo Tarakan Kebut Pengerukan Dermaga demi Kapal Raksasa"

Redaksi Prokal • 2026-01-08 13:45:00
MENURUN : Arus peti kemas di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Malundung Tarakan sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. (ELIAZAR/RADAR TARAKAN)
MENURUN : Arus peti kemas di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Malundung Tarakan sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. (ELIAZAR/RADAR TARAKAN)

 

TARAKAN – PT Pelindo Petikemas Tarakan mencatat adanya koreksi arus peti kemas di Pelabuhan Malundung sepanjang tahun 2025. Meski secara angka mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, manajemen menegaskan bahwa tren jangka panjang logistik di Kalimantan Utara masih tetap tumbuh positif dan stabil.

Berdasarkan data operasional, volume peti kemas (throughput) pada 2025 tercatat sekitar 70 ribu TEUs, mengalami penurunan dari angka 85 ribu TEUs di tahun 2024. Terminal Head (TH) PT Pelindo Peti Kemas Tarakan, Amrullah, menjelaskan bahwa penurunan sebesar 15 ribu TEUs tersebut didominasi oleh faktor eksternal, terutama dari sektor energi.

"Penurunan sekitar 10 ribu TEUs berasal dari berkurangnya volume pengapalan LNG yang dikirim langsung (direct call) ke China. Hal ini terjadi karena dinamika permintaan pasar global yang sedang menurun," jelas Amrullah. Sementara itu, sisa penurunan sebesar 5 ribu TEUs berasal dari fluktuasi kontainer domestik rute Surabaya.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya mencapai 63 ribu TEUs, kinerja tahun 2025 sebenarnya menunjukkan peningkatan yang konsisten secara organik. Lonjakan signifikan pada 2024 dinilai bersifat insidentil akibat permintaan gas dunia yang sempat memuncak.

Menyikapi hal tersebut, Pelindo kini mengalihkan fokus pada penguatan infrastruktur strategis untuk meningkatkan daya saing pelabuhan. Saat ini, proyek pengerukan area dermaga Pelabuhan Malundung tengah dikebut dengan progres fisik mencapai 30 persen. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026 agar kedalaman kolam pelabuhan optimal untuk melayani kapal peti kemas berukuran lebih besar, kapal general cargo, hingga kapal penumpang Pelni.

"Jika pengerukan selesai, produktivitas otomatis meningkat. Saat ini kinerja bongkar muat kami sudah melampaui standar, mencapai 15,6 hingga 15,7 Box Ship Hour (BSH), melebihi standar yang ditetapkan yakni 15 box per jam," tambah Amrullah.

Optimisme Pelindo Tarakan menyongsong sisa tahun 2026 juga didukung oleh modernisasi sistem operasi terminal yang kini berjalan 24 jam penuh. Dengan integrasi teknologi dan selesainya pengerukan dermaga nanti, Pelindo menargetkan peningkatan kecepatan bongkar muat hingga minimal 18 BSH, guna memastikan Pelabuhan Malundung tetap menjadi simpul logistik utama di wilayah perbatasan Indonesia Utara. (*)

Editor : Indra Zakaria