PONTIANAK – Kalimantan Barat (Kalbar) bersiap menjadi pusat gravitasi ekonomi baru melalui penguatan hilirisasi mineral. Badan investasi Danantara Indonesia memastikan akan segera melakukan groundbreaking untuk enam proyek strategis nasional sepanjang tahun ini, di mana sebagian besar proyek tersebut difokuskan di wilayah Kalimantan Barat.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa dari enam proyek besar yang akan dimulai, industri hilirisasi bauksit hingga aluminium menjadi prioritas utama. Hal ini tidak lepas dari potensi besar yang dimiliki Kalbar sebagai daerah dengan cadangan bauksit melimpah di Indonesia.
"Enam proyek itu mencakup hilirisasi di bidang bauksit, alumina, hingga aluminium. Kalimantan Barat menjadi sorotan utama karena selain proyek inti kami, ada tiga proyek tambahan lainnya yang juga berlokasi di daerah tersebut," ujar Rosan saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis (15/1).
Total investasi yang disiapkan untuk rangkaian proyek hilirisasi ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar USD 2,8 miliar atau setara dengan lebih dari Rp43,8 triliun. Pemilihan Kalimantan Barat sebagai wilayah kunci didasarkan pada ketersediaan bahan baku yang kuat serta ekosistem industri yang dinilai sudah mulai terbentuk dan siap untuk dikembangkan ke skala yang lebih masif.
Investasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas mineral di dalam negeri, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal di Kalimantan Barat, mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga penguatan rantai pasok industri daerah.
Selain fokus pada mineral di Kalbar, Danantara juga sedang menyiapkan ekspansi di berbagai sektor lain di seluruh Indonesia. Proyek-proyek tersebut mencakup pengembangan industri di Cilacap dan Banyuwangi, produksi bio avtur sebagai energi ramah lingkungan, hingga hilirisasi di sektor peternakan yang tersebar di lima daerah di Indonesia.
Untuk sektor peternakan, Rosan menjelaskan bahwa pihaknya telah mengkaji 13 lokasi potensial, di mana lima di antaranya telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) dengan hasil yang memuaskan dan siap untuk segera direalisasikan. (*)
Editor : Indra Zakaria