Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kabar Gembira! Rute Udara Tanjung Selor–Balikpapan Kembali Mengudara Akhir Januari Ini

Redaksi Prokal • 2026-01-22 16:15:00
PENERBANGAN: Aktivitas penumpang di Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor yang akan berangkat. (FAISAL/HRK)
PENERBANGAN: Aktivitas penumpang di Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor yang akan berangkat. (FAISAL/HRK)

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus berupaya memperkuat konektivitas transportasi udara sebagai urat nadi mobilitas dan aktivitas ekonomi daerah. Langkah strategis terbaru yang siap direalisasikan adalah pengaktifan kembali rute penerbangan langsung Tanjung Selor menuju Balikpapan, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Januari 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Idham Chalid, mengungkapkan bahwa kepastian ini menjadi angin segar bagi masyarakat maupun dunia usaha. Balikpapan selama ini menjadi pintu gerbang utama bagi warga Kaltara untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai kota besar di Indonesia. Berdasarkan koordinasi intensif dengan pengelola Bandara Tanjung Harapan, maskapai Wings Air dipastikan akan melayani rute tersebut menggunakan pesawat jenis ATR.

"Informasi dari kepala bandara menyebutkan bahwa akhir Januari ini penerbangan Tanjung Harapan–Balikpapan kembali dibuka normal seperti sebelumnya," ujar Idham, Rabu (21/1).

Meski disambut positif, tantangan besar yang membayangi adalah menjaga keberlanjutan operasional maskapai. Aspek keterisian penumpang (load factor) menjadi kunci utama agar rute ini tidak kembali ditutup. Idham mengakui bahwa maskapai selalu mempertimbangkan sisi bisnis antara biaya operasional yang tinggi dan jumlah penumpang. Oleh karena itu, Gubernur Kaltara telah menerbitkan surat edaran yang mengimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perusahaan swasta untuk memprioritaskan keberangkatan melalui bandara-bandara lokal di Kaltara.

"Kami ingin perputaran ekonomi tetap terjadi di dalam Kaltara. Kebijakan ini diharapkan menahan arus penumpang agar tidak bergeser berangkat melalui daerah lain," tambahnya. Langkah ini dinilai krusial seiring dengan berkembangnya berbagai proyek strategis di Kalimantan Utara yang membutuhkan akses cepat dan efisien.

Selain fokus pada rute utama, Dishub Kaltara juga tengah memantau kesiapan infrastruktur udara lainnya di seluruh wilayah provinsi ke-34 ini. Saat ini, terdapat enam bandara yang telah terverifikasi standar keselamatannya, sementara 14 landasan terbang lainnya masih dalam proses verifikasi teknis. Mengingat kondisi geografis Kaltara yang menantang, Pemprov terus mengharapkan dukungan pemerintah pusat untuk peningkatan fasilitas bandara, terutama di wilayah perintis, demi menjamin keamanan dan kenyamanan penerbangan bagi masyarakat.(*)

Editor : Indra Zakaria