PROKAL.CO, SAMARINDA- Bandara APT Pranoto Samarinda kini tengah melakukan persiapan serius untuk memperkuat standar keselamatan penerbangan demi menyambut pembukaan rute internasional perdana menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Fokus utama pengembangan saat ini tertuju pada perluasan runway strip atau area penyangga di sisi kiri dan kanan landasan pacu. Langkah mitigasi risiko operasional ini menjadi krusial karena ruang steril tersebut berfungsi sebagai zona aman bagi pesawat saat melakukan manuver darurat, baik ketika mendarat maupun lepas landas.
Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I APT Pranoto, Kadek Yudisastrawan, menjelaskan bahwa perluasan lahan penyangga ini merupakan kebutuhan mendesak agar bandara memenuhi standar keselamatan internasional secara penuh. Saat ini, pihak bandara sedang mengajukan permohonan penyediaan lahan tambahan seluas kurang lebih 18 hektare kepada Pemerintah Kota Samarinda. Lahan baru tersebut nantinya akan melengkapi luas eksisting bandara yang kini mencapai sekitar 208 hektare, guna memastikan setiap potensi keadaan darurat di area landasan dapat ditangani dengan risiko seminimal mungkin.
Rencana besar ini telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Samarinda di Kantor BPKAD. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Ali Fitri Noor, menyatakan bahwa pada prinsipnya pemerintah memberikan sinyal dukungan penuh demi peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Namun, ia mengingatkan agar seluruh proses pengadaan lahan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan serta mempertimbangkan dampak sosial bagi masyarakat yang bermukim di sekitar area bandara.
Target pemenuhan standar keselamatan internasional ini dipatok dapat tercapai sepenuhnya pada tahun 2028. Selama proses koordinasi dan kajian teknis berlangsung, operasional penerbangan di Bandara APT Pranoto dipastikan tetap berjalan normal dengan pengawasan yang lebih ketat. Peningkatan infrastruktur keselamatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat pengguna jasa penerbangan, mengingat posisi strategis bandara ini sebagai pintu gerbang utama bagi warga Samarinda, Bontang, hingga Kutai Barat.(*)
Editor : Indra Zakaria