Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ekonomi Digital Melaju Pesat: Pengguna QRIS Tembus 60 Juta Orang dan Rangkul 44 Juta UMKM

Redaksi Prokal • 2026-01-30 10:53:29
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

SAMARINDA – Transformasi sistem pembayaran digital di tanah air terus mencatatkan angka yang impresif. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat, dengan jumlah pengguna yang menyentuh angka 60 juta orang. Tak hanya dari sisi konsumen, ekosistem ini juga diperkuat oleh partisipasi 44 juta pelaku UMKM yang telah mengadopsi teknologi pembayaran nirkabel tersebut.

Dalam acara Peresmian Laporan Perekonomian Indonesia yang digelar pada Rabu (28/1/2026), Perry memaparkan bahwa QRIS telah memfasilitasi hingga 17 miliar transaksi. Angka fantastis ini menjadi cermin nyata dari pergeseran perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan uang tunai dan beralih ke metode non-tunai yang dinilai lebih praktis, cepat, dan aman. Digitalisasi ini terbukti mempermudah berbagai lini aktivitas ekonomi, mulai dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga hingga sektor jasa dan pariwisata.

Penyebaran penggunaan QRIS saat ini tidak lagi terpusat di kota-kota besar saja. Perry mencatat pertumbuhan yang sangat pesat justru terjadi di daerah-daerah, termasuk di pasar tradisional dan pusat kerajinan UMKM. Kehadiran satu kode QR universal ini memungkinkan pedagang kecil untuk menerima berbagai macam metode pembayaran digital, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi usaha dan membantu mereka memiliki pencatatan keuangan yang lebih tertib dan profesional.

Ekspansi QRIS kini bahkan telah melintasi batas negara. Perry menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia yang sedang berada di luar negeri kini dapat melakukan pembayaran dengan mudah melalui kerja sama QRIS antarnegara di delapan destinasi utama, yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea Selatan, India, dan Arab Saudi. Kemudahan ini tidak hanya menguntungkan wisatawan, tetapi juga memperluas jangkauan ekosistem ekonomi digital nasional ke kancah global.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong perluasan QRIS agar semakin inklusif, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh layanan perbankan formal. Dengan terus memperluas jaringan dan akses, transformasi digital diharapkan dapat dirasakan secara merata dan menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.(*)

Editor : Indra Zakaria