Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gebrakan Hilirisasi Danantara: 6 Proyek Strategis Nasional Groundbreaking Serempak 6 Februari, Salah Satunya di Kalbar

Redaksi Prokal • 2026-02-05 10:30:00
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani (Nurul F/JawaPos.com)
CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani (Nurul F/JawaPos.com)

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) siap tancap gas di awal tahun 2026. CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengumumkan bahwa pemerintah akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk enam proyek hilirisasi strategis secara serempak pada Jumat, 6 Februari 2026 mendatang.

Pengumuman ini disampaikan Rosan selepas melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2). Rosan menjelaskan bahwa seremoni pembangunan awal ini akan dilaksanakan di enam lokasi berbeda secara bersamaan pada sore hari.

"Rencananya ada enam proyek hilirisasi yang akan kami lakukan groundbreaking-nya serempak. Lokasinya tersebar mulai dari Kalimantan Barat, Cilacap di Jawa Tengah, Banyuwangi di Jawa Timur, hingga beberapa titik proyek lainnya," ujar Rosan.

Senada dengan hal tersebut, COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, merinci bahwa fokus utama proyek yang akan dimulai pembangunannya mencakup sektor energi dan mineral. Proyek-proyek tersebut di antaranya adalah hilirisasi bauksit menjadi alumina, pembangunan pabrik bioetanol, hingga produksi bioavtur. Menurut Dony, langkah ini merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia telah siap bertransformasi menjadi negara berbasis industri.

Selain sektor energi dan mineral, Danantara juga menyentuh sektor ketahanan pangan. Salah satu proyek besar yang ikut diresmikan pembangunannya pada akhir pekan ini adalah peternakan ayam pedaging dan petelur yang terintegrasi. Pemerintah telah menyiapkan rencana investasi senilai Rp20 triliun untuk sektor pangan ini.

Proyek hilirisasi pangan tersebut akan melibatkan sinergi sejumlah BUMN, di antaranya PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Berdikari. Skema ini dirancang agar negara hadir memberikan kepastian bagi peternak kecil, mulai dari penyediaan bibit, pengaturan rantai pasok, hingga jaminan pemasaran. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sehingga tidak lagi dikendalikan sepenuhnya oleh pasar bebas yang sering merugikan produsen kecil.

Sebelumnya, seremoni groundbreaking ini dijadwalkan pada 28 Januari lalu, namun pemerintah memutuskan untuk menggeser jadwal ke tanggal 6 Februari guna memastikan kesiapan teknis di seluruh lokasi proyek secara matang. (*)

Editor : Indra Zakaria