TANJUNG SELOR — Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, bersiap mencatatkan sejarah baru. Proyek smelter aluminium yang menjadi tulang punggung kawasan tersebut diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun 2026 ini.
Bupati Bulungan, Syarwani, menyatakan bahwa otoritas penuh terkait peresmian produksi perdana smelter tersebut berada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah Daerah (Pemda) Bulungan saat ini berada dalam posisi siap siaga untuk menjalankan arahan teknis serta memastikan seluruh persyaratan di tingkat kabupaten terpenuhi sebelum operasional resmi dimulai.
Operasional smelter ini direncanakan akan berjalan secara bertahap untuk mencapai target kapasitas maksimal. Pada tahap awal, produksi ditargetkan sebesar 500 ribu ton, kemudian disusul tahap kedua dengan kapasitas serupa, hingga nantinya mencapai puncak produksi sebesar 1,5 juta ton per tahun pada tahap ketiga.
Seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi, kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri ini diperkirakan akan meledak. Proyeksi serapan tenaga kerja diprediksi menyentuh angka 60 ribu hingga 100 ribu orang secara bertahap. Menyikapi peluang besar tersebut, Bupati Syarwani menekankan pentingnya peningkatan keterampilan masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
Langkah konkret untuk mendongkrak daya saing warga Bulungan kini tengah digalakkan. Salah satunya adalah program pendidikan vokasi Bahasa Mandarin yang seluruh biayanya ditanggung oleh pengelola kawasan. Selain penguasaan bahasa, aspek legalitas keahlian melalui sertifikasi tenaga kerja juga menjadi fokus utama Pemda.
Koordinasi lintas instansi pun terus diperkuat, termasuk kerja sama dengan pihak kepolisian untuk sertifikasi bidang pengamanan (security). Pemda Bulungan memposisikan diri sebagai penghubung strategis agar sinkronisasi antara kebutuhan industri dan kualifikasi tenaga kerja lokal dapat berjalan efektif.
Investasi industri skala besar di KIHI diharapkan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan daerah. Dengan persiapan SDM yang matang, masyarakat Bulungan diharapkan mampu masuk dalam ekosistem industri hijau tersebut dan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja nasional maupun internasional. (*)
Editor : Indra Zakaria