Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ekonomi Kaltim 2026 Diproyeksikan Tumbuh Hingga 5,3 Persen, Didorong Sektor Migas dan Proyek IKN

Indra Zakaria • 2026-03-01 13:40:00

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan

SAMARINDA – Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2026 diprediksi akan terus menguat dengan proyeksi pertumbuhan di kisaran 4,5 hingga 5,3 persen secara tahunan (year on year). Optimisme ini didukung oleh performa solid sektor industri minyak dan gas (migas) serta dampak masif dari keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadi mesin penggerak investasi di daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, dalam acara Temu Media di Samarinda pada Jumat (27/2), mengungkapkan bahwa Kaltim menutup tahun 2025 dengan capaian yang impresif. Pada triwulan IV-2025, ekonomi Bumi Etam melonjak ke angka 5,8 persen (yoy), meningkat signifikan dari capaian triwulan sebelumnya yang berada di level 4,26 persen. Angka ini semakin mengukuhkan dominasi Kaltim sebagai tulang punggung ekonomi regional dengan kontribusi sebesar 46,02 persen terhadap pangsa ekonomi di Pulau Kalimantan.

Menurut Jajang, pembangunan IKN berperan sebagai katalisator utama bagi sektor konstruksi dan investasi, di tengah dinamika pasar global yang memengaruhi komoditas batu bara. Selain itu, sektor industri pengolahan juga menunjukkan stabilitas yang terjaga berkat ekspansi industri swasta dan rencana peningkatan kapasitas kilang migas. Produksi kilang tersebut diproyeksikan akan bertambah hingga 50 ribu barel per hari pada triwulan III-2026, didukung oleh hasil eksplorasi sumur gas yang telah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Secara nasional, Bank Indonesia mencatat bahwa meskipun terdapat tekanan dari pasar keuangan global dan tensi geopolitik, perekonomian Indonesia tetap memiliki daya tahan yang baik. Khusus untuk Kalimantan Timur, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat bauran kebijakan melalui instrumen moneter, makroprudensial, hingga digitalisasi sistem pembayaran guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Namun, di tengah tren positif tersebut, pemerintah dan otoritas moneter tetap mewaspadai tekanan inflasi. Jajang menyebutkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi tahun ini. Selain itu, kelompok pengeluaran untuk perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga memberikan andil terhadap kenaikan inflasi bulanan pada awal tahun 2026.

Melalui sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia, Kaltim diyakini akan tetap menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di regional Kalimantan sepanjang tahun 2026. Fokus pada hilirisasi migas dan percepatan infrastruktur IKN diharapkan mampu menjaga momentum penguatan ekonomi secara berkelanjutan. (Prb/ty)

Editor : Indra Zakaria