Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Inflasi Kaltim 4,64 Persen Dipicu Tarif Listrik dan Lonjakan Harga Emas

Muhamad Yamin • 2026-03-02 23:24:54

Kepala BPS Kalimantan Timur Mas’ud Rifai
Kepala BPS Kalimantan Timur Mas’ud Rifai

 

PROKAL.CO, SAMARINDA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Provinsi Kalimantan Timur pada Februari 2026 mencapai 4,64%. Tekanan inflasi tersebut terutama didorong oleh kenaikan tarif listrik serta lonjakan harga emas perhiasan dalam setahun terakhir.

Kepala BPS Kalimantan Timur Mas’ud Rifai menjelaskan, pada Januari–Februari 2025 PLN masih memberlakukan program diskon tarif listrik. Namun, pada periode yang sama tahun 2026, tarif kembali normal sehingga memberikan tekanan terhadap inflasi tahunan.

“Selain listrik, emas perhiasan juga memberikan kontribusi signifikan. Dalam satu tahun terakhir, harga emas perhiasan meningkat hingga 81,03% dengan andil inflasi sebesar 1,05%,” ujarnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran secara tahunan, inflasi terbesar tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta kelompok perumahan.

Sementara itu, inflasi bulan ke bulan (month to month/mtm) di Kalimantan Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,6%. Mas’ud menyebutkan, kenaikan ini diduga kuat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

Adapun lima komoditas utama penyumbang inflasi bulanan adalah emas perhiasan dengan andil 0,18%, angkutan udara 0,15%, cabai rawit 0,12%, daging ayam ras 0,07%, serta bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05%.

Jika dilihat dari tren historis, inflasi bulanan pada periode Ramadan tahun ini cenderung lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perbedaan waktu Ramadan dan Idulfitri menjadi faktor pembeda. Pada 2025, Ramadan dan Idulfitri jatuh pada Maret, sedangkan pada 2026 Ramadan dimulai pertengahan Februari dan Idulfitri pada pertengahan Maret, sehingga tekanan inflasi terbagi ke dalam dua bulan.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi bulanan tertinggi pada Februari 2026 terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,66% dengan andil 0,20%, terutama dipicu kenaikan harga emas perhiasan. Selanjutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,97% dengan andil 0,29%.

Komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga meliputi cabai rawit, daging ayam ras, sejumlah jenis ikan seperti layang, bandeng, dan kembung, serta sayuran seperti buncis, tomat, kangkung, ketimun, dan kacang panjang.

Kelompok transportasi mencatat inflasi sebesar 0,45% dengan andil 0,06%, yang dipicu oleh kenaikan tarif tiket pesawat udara seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen Ramadan dan libur panjang Tahun Baru Imlek.

Mas’ud menambahkan, tingginya permintaan selama libur Imlek pada 6–17 Februari turut mendorong kenaikan tarif angkutan udara. Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar gerakan pangan murah secara serentak di enam kabupaten/kota menjelang Imlek dan Ramadan 2026.

Di sisi lain, harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Rata-rata harga emas pada Februari 2025 tercatat sebesar Rp1,678 juta per gram, meningkat menjadi sekitar Rp2,86 juta per gram pada Januari 2026, dan kembali naik menjadi sekitar Rp3 juta per gram pada Februari 2026.

Secara spasial, dari empat kabupaten/kota cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalimantan Timur, seluruhnya mengalami inflasi yoy. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 5,29% dengan IHK 110,43, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 4,13% dengan IHK 110,09.

tingginya inflasi di Samarinda tidak terlepas dari kebijakan Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda yang mulai memberlakukan penyesuaian tarif air minum pada 2026, sehingga turut memberikan tekanan terhadap inflasi daerah. (*)

Editor : Indra Zakaria