Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Nikmatnya Kopi Krayan, Siap Naik Kelas Tembus Pasar Nasional

Redaksi Prokal • 2026-03-03 11:10:00

ilustrasi kopi liberika
ilustrasi kopi liberika

NUNUKAN – Jauh di pedalaman dataran tinggi Borneo, aromanya mulai tercium kuat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kini tengah serius menggarap potensi unik Kopi Krayan agar tidak hanya menjadi konsumsi domestik warga gunung, tetapi mampu bersaing di rak-rak pasar modern sebagai produk unggulan berbasis potensi lokal.

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Nunukan, pemerintah menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan untuk melakukan kurasi dan standarisasi terhadap pengolahan biji kopi Krayan. Langkah ini merupakan bagian dari program One Village One Product (Satu Desa Satu Keunggulan) yang dimotori oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala DPMD Nunukan, Helmi Pudaaslikar, mengungkapkan bahwa selama ini Kopi Krayan yang diolah menjadi bubuk hanya berputar di pasar lokal Krayan. Padahal, karakteristik rasa kopi yang tumbuh di ketinggian wilayah perbatasan ini memiliki nilai jual tinggi jika standar produksinya ditingkatkan.

"Kami telah berkoordinasi dengan BPOM Tarakan untuk mendampingi BUMDes agar Kopi Krayan menjadi produk yang aman dan memenuhi standar kesehatan. Dengan begitu, kelasnya akan setara dengan merk kopi ternama yang beredar luas di pasaran," ujar Helmi pada Senin (2/3/2026).

Rencananya, pada April 2026 mendatang, tim ahli akan diterjunkan langsung ke Kecamatan Krayan Selatan untuk memberikan pendampingan teknis kepada para petani dan pengurus BUMDes. Fokus utamanya adalah transformasi proses produksi manual menuju standar pengolahan bubuk kopi yang higienis dan profesional.

Optimisme besar pun muncul. Jika standarisasi ini berhasil, Krayan diprediksi akan mencapai swasembada kopi, bahkan menjadi eksportir kopi unggulan dari beranda depan Indonesia. "Nanti Krayan tidak perlu lagi mendatangkan kopi dari luar untuk kebutuhannya, justru kita yang menyuplai keluar," tegas Helmi.(*)

Editor : Indra Zakaria