Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Konflik Timur Tengah Memanas: Travel Umrah Kalsel Patuhi Instruksi Penundaan Keberangkatan

Redaksi Prokal • 2026-03-03 12:30:00

MENUNDA: Pemerintah mengimbau penyelenggara travel umrah untuk menunda keberangkatan jemaah menyusul situasi keamanan di Timur Tengah yang belum kondusif.
MENUNDA: Pemerintah mengimbau penyelenggara travel umrah untuk menunda keberangkatan jemaah menyusul situasi keamanan di Timur Tengah yang belum kondusif.

 

BANJARMASIN – Dinamika geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada sektor perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Persatuan Travel Haji dan Umrah (FK Patuh) Kalimantan Selatan menyatakan sikap resmi untuk mematuhi imbauan pemerintah terkait penundaan keberangkatan jemaah umrah demi menjamin keselamatan dan keamanan warga negara.

Ketua FK Patuh Kalsel, Saridi Salimin, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah bersama yang harus diambil meski berdampak pada operasional bisnis. Menurutnya, aspek keselamatan jemaah berada di atas kepentingan finansial mana pun. "Sepanjang itu demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah, kami akan mematuhi apa yang ditetapkan pemerintah. Keselamatan jemaah adalah prioritas nomor satu," ujar Saridi pada Senin (2/3/2026) pagi.

Penundaan ini diakui memberikan tantangan besar bagi pihak agen perjalanan. Pasalnya, persiapan untuk keberangkatan hingga program syawalan mendatang telah dimatangkan sejak tiga hingga empat bulan lalu, mencakup pemesanan tiket pesawat, hotel, visa, hingga layanan akomodasi di Arab Saudi. Meski situasi sedang tidak menentu, Saridi melaporkan belum ada jemaah yang mengajukan pembatalan massal karena informasi ini tergolong baru.

Terkait teknis pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule), pihak travel mengakui prosesnya tidak bisa dilakukan secara instan. Hal ini disebabkan dana operasional sebagian besar sudah terserap untuk vendor di luar negeri. Oleh karena itu, jemaah diminta untuk tetap tenang dan menyikapi kondisi force majeure ini dengan kepala dingin sembari menunggu perkembangan resmi.

Di sisi lain, FK Patuh Kalsel memberikan kabar baik mengenai kondisi jemaah asal Banua yang saat ini sudah berada di Makkah dan Madinah. Berdasarkan laporan terkini, aktivitas ibadah tetap berjalan normal dan situasi di Bandara Jeddah terpantau kondusif. Penerbangan langsung (direct flight) sejauh ini masih beroperasi stabil, namun rute penerbangan yang melintasi wilayah Uni Emirat Arab (UEA) berpotensi mengalami gangguan atau penundaan jadwal. (*)

Editor : Indra Zakaria