BANJARBARU – Kesuksesan rute reguler Banjarmasin–Kuala Lumpur kini membuka pintu lebar bagi ekspansi penerbangan internasional lainnya dari Bandara Internasional Syamsudin Noor. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama manajemen Angkasa Pura saat ini tengah melakukan pembahasan serius untuk menambah konektivitas global, dengan fokus utama pada rute umrah langsung ke Jeddah dan penerbangan reguler ke Singapura.
Langkah strategis ini diambil guna mengakomodasi tingginya permintaan pasar di Kalsel. Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan pihak maskapai terus diupayakan untuk memperluas jangkauan dari Banjarbaru ke mancanegara.
“Sudah ada pembahasan, masih diusahakan manajemen Angkasa Pura dengan maskapai. Harapannya sudah termasuk Jeddah untuk penerbangan langsung umrah dan Singapura,” ujar Fitri.
Fitri menambahkan bahwa kepastian operasional rute baru ini akan sangat bergantung pada musim penerbangan global (winter dan summer). Mengingat siklus industri penerbangan dunia, rilis resmi terkait slot dan kepastian rute diperkirakan baru akan menemui titik terang pada sekitar April atau Mei mendatang.
Di sisi lain, pihak pengelola bandara tidak ingin gegabah. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan kajian mendalam, terutama untuk rute ke Singapura. Kajian ini menyisir data perilaku perjalanan masyarakat Kalsel, mulai dari frekuensi bepergian ke luar negeri, destinasi tujuan utama, hingga potensi pasar dari sisi bisnis maupun pariwisata.
Pendekatan secara proaktif terus dilakukan kepada berbagai maskapai penerbangan untuk menunjukkan potensi keuntungan dari pasar Kalimantan Selatan. Jika rencana ini terealisasi, masyarakat Banua tidak perlu lagi melakukan transit di Jakarta atau Surabaya, yang tentu akan menghemat waktu dan biaya perjalanan secara signifikan. (*)
Editor : Indra Zakaria