Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Kaltim Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri

Muhamad Yamin • 2026-03-05 13:25:28

Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan, Edy Mangun
Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan, Edy Mangun

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pertamina Patra Niaga memastikan kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Kalimantan Timur dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri. Saat ini perusahaan juga tengah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi peningkatan kebutuhan energi selama periode tersebut.

Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan, Edy Mangun, mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan operasional, termasuk kemungkinan penambahan stok.

"Sampai dengan hari ini kami masih mempersiapkan semua stok, termasuk kemungkinan penambahan dalam rangka mempersiapkan masa Satgas Ramadan dan Idulfitri," kata Edy, usai acara buka puasa bersama para jurnalis dengan Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan di Kecapi Cafe Samarinda, Rabu 4 Februari 2026.

Ia menyebutkan, data rinci mengenai jumlah stok maupun peningkatan suplai akan disampaikan secara resmi pada konferensi pers yang dijadwalkan pada 9 Maret mendatang.

Meski begitu, Edy menegaskan kondisi stok BBM maupun LPG di seluruh depot dan jaringan distribusi saat ini masih dalam kondisi normal.

"Pada prinsipnya kondisi stok di semua depot dan agen kami dalam kondisi normal seperti biasanya," ujarnya.

Pertamina juga mengantisipasi kemungkinan peningkatan konsumsi BBM akibat mobilitas kendaraan dari luar daerah yang masuk ke Kalimantan Timur, terutama menjelang momen libur panjang.

Menurut Edy, peningkatan kebutuhan energi pada momen besar seperti Ramadan, Idulfitri, Natal dan Tahun Baru merupakan hal yang rutin diantisipasi perusahaan.

"Setiap memasuki masa Satgas seperti Ramadan dan Idulfitri atau Nataru, kami selalu melakukan upgrade posisi stok. Itu sudah menjadi langkah antisipasi rutin," jelasnya.

Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah dan instansi perhubungan, guna memastikan distribusi energi berjalan lancar.

Penjelasan Soal Isu Stok 20 Hari

Edy juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait ketahanan stok BBM selama 20 hari. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan berarti sisa stok nasional hanya cukup untuk 20 hari.

Menurutnya, pemerintah menetapkan standar ketahanan stok energi nasional minimal 20 hari sebagai bentuk jaminan keamanan pasokan.

"Pemahaman ketahanan stok 20 hari itu jangan diterjemahkan sebagai sisa stok. Maksudnya adalah stok energi secara nasional harus memiliki ketahanan minimal 20 hari ke depan," jelasnya.

Ia menambahkan, aktivitas tanker yang keluar masuk depot merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan stok tersebut.

Pertamina juga memastikan distribusi energi tetap berjalan hingga wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), termasuk daerah pedalaman di Kalimantan.

Edy mengatakan perusahaan terus berupaya menjaga pasokan agar tetap tersedia bagi masyarakat.

"Kami tetap menyuplai wilayah 3T. Bahkan ketika terjadi kendala transportasi, kami tetap berupaya menggantikan jalur distribusi agar suplai tetap berjalan normal," katanya. (*)

Editor : Indra Zakaria