Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Angka Fantastis! Perputaran Uang di Pasar Inpres Kebun Sayur Tembus Rp3,4 Triliun Per Tahun

Redaksi Prokal • 2026-03-06 07:15:00

Beragam barang dagangan dijajakan pedagang di Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan (Mella)
Beragam barang dagangan dijajakan pedagang di Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan (Mella)

BALIKPAPAN – Di balik deretan kios cendera mata dan kerajinan khas Kalimantan yang legendaris, Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan ternyata menyimpan kekuatan ekonomi yang luar biasa. Pemerintah Kota Balikpapan mencatat angka perputaran uang di kawasan pasar tersebut mencapai nilai fantastis, yakni sekitar Rp3,4 triliun setiap tahunnya.

Data mengejutkan ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar. Menurutnya, omzet triliunan rupiah tersebut merupakan akumulasi dari dua urat nadi perdagangan utama yang berdenyut di kawasan lahan seluas 1,7 hektare itu.

“Jika digabungkan dari dua segmen pasar tersebut, perputaran uang setiap tahun diperkirakan mencapai sekitar Rp3,4 triliun,” ujar Haemusri saat memberikan keterangan di Balai Kota Balikpapan, Kamis (5/3/2026).

Haemusri merincikan bahwa mesin ekonomi pertama berasal dari Pasar Penampungan A, yang menjadi pusat penyedia berbagai kebutuhan pendukung industri. Sementara mesin kedua adalah Pasar Inpres Kebun Sayur itu sendiri, yang selama ini dikenal dunia sebagai kiblat penjualan batu permata, kerajinan tangan, hingga produk UMKM unggulan Kalimantan.

Meski menjadi "tambang emas" bagi ekonomi daerah dengan melibatkan sekitar 599 pedagang, kondisi fisik pasar yang berdiri sejak tahun 1980 ini dinilai sudah sangat tertinggal. Hingga saat ini, pasar tersebut belum pernah menyentuh perbaikan menyeluruh, sehingga wajahnya kontras dengan nilai transaksinya yang mencapai angka triliunan.

Kesenjangan antara potensi ekonomi dan kondisi infrastruktur inilah yang mendorong Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, bergerak cepat menemui Menteri Perdagangan di Jakarta pada Selasa (3/3/2026) lalu untuk mengajukan proposal revitalisasi.

“Pasar ini memiliki peran besar dalam mendukung aktivitas UMKM dan ekonomi daerah, sehingga revitalisasi menjadi sangat penting agar kawasan ini berkembang lebih modern dan tertata,” tegas Haemusri.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap, dengan nilai transaksi yang sangat besar tersebut, pemerintah pusat dapat memberikan prioritas pendanaan. Langkah penataan ulang kawasan ini diyakini tidak hanya akan membuat pedagang dan pembeli lebih nyaman, tetapi juga semakin memperkokoh posisi Pasar Inpres Kebun Sayur sebagai pusat perdagangan paling berpengaruh di gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). (mella/rif)

Editor : Indra Zakaria