Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jaga Stabilitas Jelang Idulfitri 1447 H, BI Kaltim dan Pemda Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Melalui Teknologi AI

Redaksi Prokal • 2026-03-09 06:15:00

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan

SAMARINDA – Menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Daerah mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas ekonomi wilayah. Melalui penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), sinergi lintas instansi ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi terkini guna mengawal harga pangan dan mempercepat transformasi keuangan digital.

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menegaskan bahwa pengendalian inflasi tahun 2026 ini akan sangat bergantung pada implementasi strategi "4K" yang mencakup Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, serta Komunikasi Efektif.

"Kami memfokuskan perhatian pada komoditas yang secara historis kerap mengalami gejolak harga menjelang Lebaran," ujar Jajang dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar di Ruang Maratua BI Kaltim, Jumat (6/3/2026).

Salah satu terobosan utama dalam pengendalian harga tahun ini adalah optimalisasi aplikasi Mandau (Mekanisme Pengendalian Komoditas Utama) Kaltim. Aplikasi ini bukan sekadar alat pemantau biasa, melainkan instrumen kebijakan berbasis data yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Keberadaan AI memungkinkan pemerintah memantau pergerakan harga komoditas strategis secara lebih responsif dan akurat guna mengambil keputusan yang tepat sasaran.

Selain masalah harga, BI Kaltim juga terus memacu strategi penguatan TP2DD untuk mentransformasi pengelolaan keuangan daerah ke arah digital. Langkah ini ditempuh melalui perluasan ekosistem pembayaran non-tunai, seperti penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di lingkungan pemerintah daerah.

Jajang mencatat adanya tren positif dalam implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Bumi Etam. Digitalisasi ini diharapkan dapat mendorong transparansi, efisiensi, serta meningkatkan kualitas tata kelola keuangan yang berkelanjutan. (*)

"Kami meyakini bahwa melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan, tantangan ekonomi ke depan dapat dikelola dengan baik," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi ini, seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Timur berkomitmen untuk memperkuat program stabilisasi harga di lapangan. Dengan kombinasi strategi 4K dan kecanggihan teknologi digital, Kaltim optimistis dapat menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah perayaan hari besar mendatang.

Editor : Indra Zakaria